Kamis, 22 November 2018 | 17:18 WIB

Kunjungi di social media :
Home / Transportasi / Pelayaran
Selasa, 10 Januari 2017 20:26

Menhub Budi Karya Dorong Reformasi Pelayaran Rakyat

Translog Today
Menhub dan Plt Gubernur DKI meninjau KM Express Bahari 3B (Kemenhub)

JAKARTA -

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi akan mereformasi pelayaran rakyat dan mengembangkan sistem pelayanan yang lebih baik dengan meningkatkan keamanan dan kenyamanan.

Hal itu disampaikan Menhub ketika meresmikan pengoperasian KM Express Bahari 3B rute Pelabuhan Sunda-Kelapa-Kepulauan Seribu di Pelabuhan Sunda Kelapa, Jakarta, Selasa (10/1).

"Kita akan melakukan ramp check reguler. Wajib bagi KSOP (Kepala Syahbandar dan Otoritas Pelabuhan) dan pemilik kapal untuk mengevaluasi terus-menerus. Setelah itu, perlu melakukan persiapan pada saat berangkat dan mengikuti semua prosedur yang sudah ditetapkan," tegasnya.

Menhgub mengimbau seluruh jajaran Kementerian Perhubungan, khususnya Ditjen Perhubungan Laut, untuk mengembangkan dan mereformasi pelayaran rakyat.

"Pelayaran rakyat adalah hak hidup masyarakat banyak. Banyak sekali saudara-saudara kita berusaha di pelayaran rakyat. Oleh karenanya, kami juga melakukan suatu reformasi berkaitan dengan pelayaran rakyat dengan cara-cara yang lebih mementingkan kepentingan rakyat," ujarnya.

Dia juga telah memerintahkan PT Pelayaran Nasional Indonesia (Pelni) dan PT Angkutan Sungai Danau dan Penyeberangan (ASDP) Indonesia Ferry untuk mengoperasikan lima kapal di Kepulauan Seribu dan sekitarnya.

Lima kapal tersebut yakni dua kapal ASDP dan tiga kapal Pelni. "Ada yang berangkat dari sini (Pelabuhan Sunda Kelapa) dan dari dermaga Kaliadem. Yang penting, masyarakat bisa terangkut ke daerah Kepulauan Seribu dan sekitarnya dengan standar pelayanan sesuai prosedur," katanya.

Menurut Budi Karya, kapal tradisional kayu yang akrab dikenal sebagai ojek kapal akan tetap diberdayakan. Namun, harus mengikuti standar yang ditetapkan.

"Akan kita lihat faktor safety-nya, apabila memungkinkan akan kita pertahankan dan kembangkan. Namun jika tidak memungkinkan tentu akan kita ganti," ungkapnya.

Sementara itu, Plt Gubernur DKI Jakarta, Soemarsono mengatakan, pihaknya menyambut baik langkah kemenhub yang sigap sejak awal menangani musibah terbakarnya KM Zahro Express beberapa waktu lalu.

"Kami menyambut baik langkah Kemenhub yang telah melakukan training terhadap para nakhoda kapal di Pelabuhan Muara Angke. Kami akan terus berkoordinasi untuk mencapai solusi yang lebih baik antara Pemda DKI dan Kemenhub," ungkapnya.

Direktur Utama Pelni Elfin Goentoro mengatakan, sebagai perusahaan jasa transportasi laut terbesar di Indonesia, pihaknya menyambut baik kepercayaan pemerintah untuk beroperasi di Kepulauan Seribu dan sekitarnya.

"Kami menyambut baik kepercayaan ini dan sebisa mungkin menyediakan angkutan laut yang aman, nyaman dengan pelayanan yang prima," ujarnya.

Tahap awal Pelni mengoperasikan KM Express Bahari 3B yang merupakan kapal cepat buatan tahun 2005 dengan panjang 30 meter dan terbuat dari fiberglass, berkapasitas angkut 208 orang ditambah 6 orang kru kapal.

Selain KM Express Bahari 3B, kapal Pelni lainnya yang melayani Kepulauan Seribu adalah KM Sabuk Nusantara 46 yang telah dioperasikan sejak akhir 2015. (icha) (hlz/hlz)


Komentar