Jumat, 24 Mei 2019 | 22:53 WIB

Kunjungi di social media :
Home / Regulasi / Transportasi
Minggu, 15 Januari 2017 20:25

Jokowi dan Abe Sepakat Garap Patimban, Blok Masela dan KA Semicepat

Translog Today
Presiden Jokowi dan PM Jepang Shinzo Abe (Setkab)

BOGOR - Pertemuan antara Presiden Joko Widodo dan Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe membahas beberapa isu strategis dan menelurkan sejumlah kesepakatan antara kedua negara, termasuk di sektor transportasi.

"Pertemuan kali ini, Indonesia dan Jepang bersepakat untuk terus meningkatkan kerja sama di bidang politik, ekonomi, maritim, dan sosial budaya. Tentunya upaya peningkatan tersebut harus selalu disertai prinsip saling menguntungkan," kata Presiden dalam pernyataan pers bersama PM Jepang Shinzo Abe di Istana Presiden, Bogor, Minggu (15/1) petang.

Presiden menjelaskan, poin pertama yang dibahas adalah kesepakatan agar kerja sama dalam konteks Two Plus Two (2+2) antara Menlu dan Menhan kedua negara dilakukan tahun ini di Indonesia.

Kedua, Indonesia meminta Jepang membuka akses produk pertanian dan perikanan Indonesia, menyelesaikan review perjanjian penghindaran pajak berganda, meningkatkan akses dan kapasitas keperawatan Indonesia untuk dapat memenuhi pasar di Jepang, dan memulai general review Indonesia-Japan Economic Partnership Agreement pada tahun ini.

Ketiga, Indonesia meminta Jepang mempertimbangkan rencana peningkatan konektivitas udara dengan pembukaan jalur penerbangan Garuda Indonesia rute Jakarta-Los Angeles (AS) via Tokyo (Jepang).

Keempat, Indonesia-Jepang sepakat meningkatkan kerja sama ekonomi termasuk rencana pembangunan Pelabuhan Patimban (di Subang, Jawa Barat), pengembangan Blok Masela, diskusi awal mengenai pembangunan jalur kereta api Jakarta-Surabaya, serta pembahasan rencana kerja sama pembangunan sentra kelautan dan perikanan terpadu di pulau-pulau terdepan Indonesia.

Menurut Presiden, Jepang merupakan mitra penting bagi Indonesia, tercermin dari investasi Jepang yang terus meningkat. Dari Januari hingga Sepetember 2016, investasi Jepang telah mencapai US$4,498 miliar, naik dua kali lipat dibandingkan dengan 2015.

Presiden menambahkan, tahun depan Indonesia dan Jepang akan merayakan 60 tahun hubungan diplomatik kedua negara dengan tema teknologi modern.

"Selain itu, Indonesia ingin mendorong agar Jepang dapat melakukan peningkatan kerja sama maritim dengan negara-negara Indian Ocean Rim Association (IORA) periode 2015-2017," ujar Jokowi.

Dalam pertemuan itu, Presiden didampingi oleh Menko Polhukam Wiranto, Menko Perekonomian Darmin Nasution, Menko Kemaritiman Luhut B. Pandjaitan, Menko PMK Puan Maharani, Menteri Sekretaris Negara Pratikno, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, dan Menteri Luar Negeri Retno Marsudi.
(hlz/hlz)


Komentar