Rabu, 24 Januari 2018 | 02:58 WIB

Kunjungi di social media :
Home / Logistik / Industri
Senin, 16 Januari 2017 09:12

Industri Jepang Diminta Perkuat Rantai Pasok di Indonesia

Translog Today
(Kemenperin)

JAKARTA - Industri Jepang diminta memperkuat rantai pasoknya di Indonesia dengan berinvestasi di sejumlah kawasan industri guna mengatasi masalah bahan baku di dalam negeri.

Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto mengatakan pemerintah mendorong industri Jepang berinvestasi di sejumlah kawasan industri yang telah disiapkan, serta mengajak pelaku industri kecil menengah dari negara itu mengembangkan usaha di Indonesia.

"Kami berharap industri-industri dari Jepang, seperti yang bergerak di bidang pengolahan mineral logam, pembangkit listrik, gasifikasi batu bara, petrokimia, dan kaca, berinvestasi di Indonesia di lokasi-lokasi kawasan industri yang telah disiapkan," katanya pada acara Business Meeting between Japan and Indonesia di Jakarta, Minggu (15/1).

Kawasan industri itu, antara lain Kawasan Industri Dumai di Riau yang telah dilengkapi pembakit listrik dengan kapasitas 50 MW, terminal CPO dan pengolahan limbah. Kawasan ini dapat digunakan untuk pengembangan industri gasifikasi batu bara dan oleokimia.

"Kami juga menawarkan kawasan Industri JIIPE di Gresik dengan total area seluas 2.933 ha serta didukung pembangkit listrik 23 MW dan 500 MW. Kawasan yang dilengkapi dengan residensial area dan pelabuhan ini didorong sebagai kawasan untuk heavy industry dan permesinan," tutur Airlangga.

Selanjutnya, Kawasan Industri Kendal di Jawa Tengah dengan luas 2.700 ha yang lokasinya berdekatan dengan pelabuhan Semarang. Di kawasan ini, rencananya akan dibangun industri furnitur, industri makanan dan industri garmen.

"Dengan upah buruh yang kompetitif, maka kawasan industri ini akan memiliki keunggulan dibandingkan dengan kawasan lain," ujar Airlangga.

Menperin juga menawarkan lokasi Kawasan Industri Bontang di Kalimantan Timur. Kawasan ini akan dikembangkan untuk industri gasifikasi batu bara. Dengan area seluas 265,6 ha, saat ini dibangun industri jasa minyak dan gas di kawasan tersebut.

Airlangga menambahkan, Kemenperin juga mendorong pelaku industri kecil dan menengah (IKM) Jepang agar berinvestasi di Indonesia.

"Kami ingin membantu agar makin banyak investasi IKM dari Jepang di Indonesia. Ke depannya, IKM Jepang ini akan dimitrakan dengan IKM-IKM yang ada di Indonesia untuk penguatan dan upgrading produktivitas," papar Airlangga.

Untuk mendukung hal tersebut, lanjut Airlangga, pihaknya telah melakukan penguatan data IKM di dalam negeri agar dapat diidentifikasi sektor mana saja yang bisa dijadikan mitra strategis. "IKM Indonesia diharapkan juga menjadi salah satu bagian dari supply chain," ujarnya.

Pada pertemuan Presiden Joko Widodo dengan Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe di Istana Bogor, yang juga dihadiri Menperin Airlangga, Jokowi menyebutkan investasi Jepang mencapai US$4,498 miliar atau Rp59,8 triliun hingga September 2016. Angka ini meningkat hampir dua kali lipat dibandingkan tahun sebelumnya.

Berdasarkan data BKPM, Jepang memberikan kontribusi investasi paling tinggi di Indonesia melalui industri otomotif dengan nilai US$1,18 miliar pada 2015, disusul kawasan industri dan properti US$520 juta, industri logam, elektronik, dan mesin senilai US$426 juta, serta listrik, gas, dan air US$134 juta. (hlz/hlz)


Komentar