Senin, 18 November 2019 | 20:39 WIB

Visit our social media :
Home / Transportation / Airport
Rabu, 18 Januari 2017 22:36

Bandara Kualanamu dan Sepinggan Ditawarkan ke Asing

Translog Today

JAKARTA - Bandara Kualanamu Medan dan Bandara Sultan Aji Muhammad Sepinggan Balikpapan akan dijadikan sebagai sub-hub internasional, menopang Bandara Internasional Soekarno-Hatta Jakarta dan Ngurah Rai Bali.

"Ini sudah lama kita godok dan sounding terus supaya ada investor swasta dan asing yang tertarik. Saya kira dua bandara ini punya daya tarik tersendiri, terutama dari sisi kepariwisataan," kata Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi di Jakarta, Selasa (18/1).

Menurut Menhub, daya tarik dua bandara itu juga akan mendorong turis mengenal wilayah Indonesia yang luas di bagian lain. "Jadi bukan hanya Bali dan wilayah Jawa, di Sumatera dan Kalimantan juga perlu diperkenalkan melalui sub internasional ini," ungkapnya.

Budi Karya menjelaskan, pihaknya selalu membuka sharing saham dua bandara tersebut kepada investor yang memiliki ketertarikan. Salah satu negara yang ditawarkan adalah Amerika Serikat, yang telah bekerja sama erat dengan Indonesia di sektor aviasi.

"Kalau mereka tertarik kenapa tidak. Mereka (AS) juga ahlinya dalam pengembangan bandara. Kita akan coba semua kemungkinan," ujar dia.

Bandara Kualanamu akan dijadikan sebagai hub internasional dari Jepang, Korea Selatan dan China. Adapun Bandara Sepinggan akan merespons penumpang dari India dan Malaysia.

Langkah pemerintah membuka kran swasta asing di dua bandara tersebut dilakukan dalam rangka pengembangan infrastruktur bandara.

Akibat keterbatasan APBN, sektor transportasi hanya mampu dibiayai pemerintah Rp500 miliar pada tahun lalu. "Makanya perlu penataan ulang. Kita cari investor swasta asing yang tertarik," ungkapnya.

Corporate Secretary PT Angkasa Pura I (Persero) Israwadi mengatakan belum ada pembicaraan yang serius terkait dengan penawaran Bandara Sepinggan Balikpapan yang dikelola perseroan.

Meski begitu, uturnya, skema masuknya investor harus melalui pemisahan atau spin off. "Kalau toh ada investor yang tertarik, harus dibuatkan badan usaha tersendiri, kemudian sahamnya dijual ke swasta," jelasnya. (ios) (hlz/hlz)


Komentar