Sabtu, 21 April 2018 | 16:29 WIB

Kunjungi di social media :
Home / Transportasi / Kereta Api
Kamis, 02 Februari 2017 11:15

Kemenhub Kaji KA Semicepat Jakarta-Surabaya Menjadi KA Cepat

Translog Today
KA supercepat Shinkansen Jepang. (ilustrasi) (repro)

JAKARTA - Pemerintah mempertimbangkan perubahan rencana proyek kereta api semicepat (medium) menjadi KA cepat (high speed) di jalur Jakarta-Surabaya, setelah menggelar kajian kelayakan pada tahun ini.

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan, perubahan dari KA medium ke high speed setelah pihaknya melaporkan perkembangan jalur KA Jakarta-Surabaya kepada Presiden Joko Widodo.

"Presiden ingin mengetahui kalau KA semicepat dan kereta cepat itu perbandingannya bagaimana. Sebab infrastruktur jalurnya bisa panjang sekali," katanya di Jakarta, Rabu (1/2)

Dua alternatif tersebut, kata Menhub, nantinya memiliki pendekatan atau kajian yang berbeda. "Untuk kereta semicepat, yang dibutuhkan adalah revitalisasi dengan menghilangkan perlintasan sebidang. Sedangkan KA cepat sarana dan prasarananya semua baru," ujarnya.

Dari sisi kecepatan, proyek revitalisasi diproyeksi meningkatkan kecepatan kereta menjadi maksimal 150 km/jam. Adapun, KA cepat berkecepatan rata-rata di atas 200 km/jam sampai dengan maksimum 350 km/jam.

Dalam kajian awal, menurut Budi, proyek revitalisasi jalur KA Jakarta-Surabaya memakan biaya minimal Rp80 triliun. Sementara itu, pembangunan KA cepat itu memerlukan dana setidaknya dua kali lebih mahal dibandingkan dengan proyek revitalisasi.

Direktur Jenderal Perkeretaapian Kemenhub Prasetyo Boeditjahjono menyatakan, kajian kelayakan revitalisasi KA Jakarta-Surabaya bakal dilakukan pada tahun ini.

Pihaknya berencana menjalankan lelang internasional untuk memperoleh konsultan asing yang melaksanakan kajian itu. Pagu lelang ditaksir sebesar Rp30 miliar dan pemenangnya akan diumumkan pada April 2017.

Dia menjelaskan, terdapat sejumlah aspek yang terdapat dalam studi kelayakan (FS). Pertama, terkait aspek hukum terutama mengenai pembebasan lahan.

Kedua, aspek finansial, yang bisa dilihat dari lalu lintas penumpang KA Jakarta-Surabaya saat ini. Ketiga, aspek teknis terkait dengan struktur konstruksi.

"Jadi, ini tetap program untuk FS revitalisasi karena mengoptimalkan di sekitar jalur eksisiting. Tapi, bila nantinya memang layak untuk menjadikannya high speed di atas struktur elevated, bisa saja. Kita harus menunggu dulu hasil FS yang kemungkinan dikerjakan dalam waktu tujuh bulan," kata Prasetyo.

Proyek KA semicepat Jakarta-Surabaya rencananya bakal didanai oleh Jepang. (ios) (hlz/hlz)


Komentar