Rabu, 15 Agustus 2018 | 20:28 WIB

Kunjungi di social media :
Home / Transportasi / Penerbangan
Sabtu, 04 Februari 2017 10:47

Penumpang Telat Check-in, Garuda Tak Sediakan Makanan

Translog Today
Formulir layanan tanpa makanan Garuda

JAKARTA - Maskapai layanan penuh Garuda Indonesia menerapkan layanan tanpa makanan (no meal service) terhadap penumpang yang check-in kurang dari 1 jam sebelum keberangkatan.

Kebijakan ini diketahui dari formulir yang dibagikan oleh petugas check-in Garuda di Bandara Soekarno-Hatta, Cengkareng, kepada sejumlah penumpang pesawat GA-610 tujuan Bandara Sultan Hasanuddin Makassar, Jumat (3/2), dengan jadwal penerbangan pukul 15.00 WIB.

Dalam formulir itu disebutkan, layanan tanpa makanan sehubungan dengan waktu persiapan pelayanan makanan tidak mencukupi yang disebabkan oleh keterlambatan melapor check-in.

Penumpang yang menandatangani pernyataan dianggap menyetujui pelayanan makanan/minuman selama penerbangan tidak akan diberikan kepada yang bersangkutan. Selain itu, Garuda tidak akan dituntut atas setiap akibat dari kondisi tersebut di atas.

Formulir tersebut ditulis dalam bahasa Indonesia dan bahasa Inggris, serta ditandatangani oleh staf Garuda yang bertugas.

Penumpang yang disodorkan formulir tersebut mengaku kaget karena tidak pernah mendapatkan informasi sebelumnya.

"Saya check-in pukul 14.15 WIB. Oleh staf check-in disampaikan bahwa saya tidak dapat makanan di pesawat karena check-in 45 menit sebelum take off. Saya diminta tandatangan formulir tidak keberatan kalau tidak dapat makanan," kata salah seorang penumpang, kepada translogtoday.

Dia mengaku heran dan protes terhadap kebijakan itu sebab Garuda merupakan maskapai layanan penuh (full service), apalagi dia tidak pernah mendapat informasi ini sebelumnya.

Menurut dia, petugas di gate terminal mengatakan kebijakan no meal tersebut sudah lama diterapkan. "Penumpang lain yang saya tanyakan baru mendengar soal itu. Agen perjalanan saya juga mengaku belum pernah diinformasikan oleh Garuda mengenai hal ini," ujarnya.

Dia menyayangkan kebijakan Garuda tersebut karena merugikan penumpang yang telah membayar tiket lebih mahal untuk mendapatkan pelayanan penuh.

"Harga tiket yang dijual Garuda kan sudah termasuk meal. Seharusnya sudah disiapkan sesuai dengan jumlah tiket yang terjual. Apalagi saya beli tiket sehari sebelumnya," ujarnya.

Apalagi, pesawat GA-610 yang dijadwalkan terbang pukul 15.00 WIB itu ternyata delay lebih dari 2 jam, sehingga baru lepas landas sekitar pukul 17.30 WIB.

"Tapi sewaktu penerbangan saya tetap dikasih makanan. Saya tidak tahu apakah karena sulit didata mana yang telat check-in atau karena saya protes," ungkapnya.

Ketika dikonfirmasi translogtoday, Sabtu (4/2), staf call center Garuda menjelaskan bahwa kebijakan tersebut merupakan kebijakan petugas di lapangan bergantung pada situasi.

"Ini merupakan kebijakan otoritas di lapangan, bukan kebijakan korporasi," ujarnya setelah berkoordinasi dengan pihak manajemen. (hlz/hlz)


Komentar