Rabu, 20 November 2019 | 16:29 WIB

Visit our social media :
Home / Transportation / Airport
Sabtu, 04 Februari 2017 15:29

Laba Bersih Angkasa Pura Airports 2016 Melonjak 34%

Translog Today

JAKARTA - PT Angkasa Pura I (Persero) atau Angkasa Pura Airports meraup laba bersih Rp1,1 triliun pada tahun buku 2016, melonjak 34% dibandingkan dengan pencapaiaj tahun sebelumnya Rp841,5 miliar.

BUMN pengelola 13 bandara di kawasan tengah hingga timur Indonesia ini berhasil membukukan pendapatan operasional (unaudited) sebesar Rp6,1 triliun atau naik 18% dibandingkan dengan raihan 2015 yang tercatat Rp5,2 triliun.

Dari total pendapatan tersebut, Rp3,6 triliun berasal dari bisnis aeronautika yang meliputi Pelayanan Jasa Pendaratan, Penempatan, dan Penyimpanan Pesawat Udara (PJP4U), Pelayanan Jasa Penumpang Pesawat Udara (PJP2U), pemakaian aviobridge, konter, dan baggage handling system.

Adapun Rp2,5 triliun sisanya berasal dari bisnis non-aeronautika, meliputi sewa ruang, konsesi, reklame, parkir, peron, lounge, event promotion, dan lainnya.

"Peningkatan pendapatan ini antara lain ditopang oleh pertumbuhan trafik pada 2016 melalui penambahan rute maskapai dan inisiatif program Collaborative Destination Development (CDD) yang berkerja sama dengan pemerintah daerah," kata Direktur Utama AP I Danang S. Baskoro, seperti dikutip dari laman resmi perseroan.

Program CDD tersebut dilalkukan di beberapa cabang, seperti Bandara El Tari Kupang, Bandara Sam Ratulangi Manado, dan Bandara Adi Soemarmo Solo. "Hal ini berdampak pada peningkatan trafik pesawat dan penumpang di bandara-bandara tersebut," ujarnya.

Selama 2016, Angkasa Pura Airports mencatat peningkatan trafik pesawat 8,8% dari 698.000 pergerakan pada 2015 menjadi 762.000 pergerakan pada 2016.

Jumlah penumpang tumbuh 14,3% dari 73,9 juta penumpang pada 2015 menjadi 84,7 juta penumpang pada 2016, sementara kargo meningkat 11,4% dari 324.800 ton pada 2015 menjadi 362.500 ton pada 2016.

"Terkait dengan program investasi 2016, terealisasi sebesar Rp5,96 triliun atau 87,3%. Sedangkan estimasi realisasi fisik investasi Rp5,16 triliun atau 75,6% dari target 75%. Hal ini disebabkan realisasi pembebasan lahan untuk pengembangan Bandara Internasional Baru Yogyakarta di Kulonprogo," jelas Danang.

Pada 2017, Angkasa Pura Airports menargetkan pendapatan Rp7,6 triliun atau meningkat 25,9% dari realisasi pendapatan 2016.

Target pendapatan ini salah satunya didukung melalui peningkatan pendapatan lima anak perusahaan Angkasa Pura Airports, yaitu Angkasa Pura Supports, Angkasa Pura Logistik, Angkasa Pura Properti, Angkasa Pura Hotel, serta Angkasa Pura Retail.

"Di tahun ini kami akan memfokuskan diri dalam percepatan pembangunan beberapa bandara, antara lain Syamsudin Noor Banjarmasin, Ahmad Yani Semarang, dan Adi Soetjipto Yogyakarta. Upaya ini untuk mengatasi lack of capacity beberapa bandara agar dapat meningkatkan pelayanan kepada pengguna jasa, yang akhirnya meningkatkan pendapatan perusahaan," kata Danang.

Selain akselerasi pembangunan infrastruktur, kualitas layanan Angkasa Pura Airports akan ditingkatkan melalui penggantian serta penambahan peralatan keamanan dan keselamatan.

Selain itu melalui penyempurnaan sistem informasi untuk mewujudkan konsep smart airport, penerapan green corporation dan eco-airport. (hlz/hlz)


Komentar