Rabu, 15 Agustus 2018 | 20:30 WIB

Kunjungi di social media :
Home / Transportasi / Pelayaran
Jumat, 10 Februari 2017 21:57

Pasar Kecil, Perang Tarif Angkutan Kontainer Makin Parah

Translog Today
Johnson W. Sutjipto (repro)

JAKARTA - Indonesian National Shipowners' Association (INSA) menilai dugaan adanya permainan operator pelayaran kontainer berskala besar untuk mematikan usaha pelayaran kontainer berskala kecil dengan menurunkan tarif angkutan kontainer secara signifikan adalah tidak tepat.

Ketua Umum INSA Johnson W. Sutjipto mengatakan tidak mungkin ada operator pelayaran kontainer berskala besar yang sengaja berniat mematikan pelayaran usaha kecil dengan cara menurunkan tarif angkutan hingga serendah-rendahnya.

"Yang terjadi bukan seperti itu (permainan tarif-red), tetapi  perang tarif antaroperator pelayaran kontainer yang semakin parah," katanya, Jumat (10/2).

Dia menjelaskan perang tarif antaroperator pelayaran kontainer terjadi karena terbatasnya pangsa pasar angkutan kontainer di dalam negeri sebagai dampak lesunya perekonomian dan perdagangan antarpulau di Indonesia. "Mereka semua ingin survive, salah satunya dengan menurunkan tarif sebisa mungkin," ujarnya.

Johnson menilai di dalam perang tarif tersebut, yang diuntungkan adalah para pemilik barang, akan tetapi dampaknya akan tidak baik terhadap operator pelayaran, baik perusahaan pelayaran berskala kecil maupun perusahaan besar.

Sebagai contoh, katanya, kebangkrutan pelayaran kontainer Hanjin yang merupakan salah satu raksasa pelayaran kontainer dunia yang menguasai 7% dari total pasar kontainer di dunia. "Itu contoh nyata saja," tegasnya.

Seperti diketahui, dalam pemberitaan di sejumlah media massa, Direktur Lalu Lintas dan Angkutan Laut Kementerian Perhubungan (Kemenhub) Bay M Hasani mengatakan selama ini tarif angkutan barang di pelabuhan tidak diatur pemerintah, tetapi berdasarkan kesepakatan antara penyedia jasa dan penggunanya.

Tarif ini banyak dikeluhkan terutama mereka para pelaku usaha pelayaran berskala kecil yang semakin tidak berdaya dalam bersaing dengan perusahaan-perusahaan yang lebih besar.

"Tarif pelayaran biasanya sekitar Rp4 juta dengan rute Jakarta-Banjarmarin, akan tetapi karena ada permainan perusahaan pelayaran besar, harga pengiriman hanya Rp500.000 per kontainer," katanya. (aji/hlz)


Komentar