Selasa, 16 Oktober 2018 | 09:27 WIB

Kunjungi di social media :
Home / Transportasi / Angkutan Darat
Rabu, 22 Februari 2017 18:25

5 Proyek Jalan Tol Rp50,9 Triliun Diteken, Pembangunan Digenjot

Translog Today
(bumn.go.id)

JAKARTA - Pemerintah mempercepat pembangunan lima proyek jalan tol melalui skema kerja sama pemerintah dan badan usaha (KPBU) menyusul penandatanganan Perjanjian Pengusahaan Jalan Tol (PPJT) senilai Rp50,9 triliun.

Perjanjian itu terdiri dari PPJT Kuala Namu-Tebing Tinggi-Parapat, Perjanjian Penjaminan dan Perjanjian Regress Jalan Tol Serang-Panimbang dan Jalan Tol Cileunyi-Sumedang-Dawuan (Cisumdawu).

Selain itu, Perjanjian Penjaminan dan Perjanjian Regress Jalan Tol Jakarta-Cikampek II (Elevated) dan Jalan Tol Krian-Legundi-Bunder-Manyar. PPJT bernilai total Rp50,9 triliun itu untuk pembangunan jalan tol sepanjang 362,02 kilometer.

Rinciannya, jalan tol Cisumdawu sepanjang 60 km menyedot investasi Rp8,21 triliun, sementara untuk Serang-Panimbang (84 km) dan Kuala Tanjung-Tebing Tinggi-Tebing Tinggi (143 km) masing-masing Rp 5,3 triliun dan Rp13,4 triliun.

PPJT ditandatangani Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) selaku Penanggung Jawab Proyek Kerjasama (PJPK) dengan Badan Usaha Pemenang Lelang. Jalan tol Serang Panimbang dan Cisumdawu termasuk dalam Proyek Strategis Nasional (PSN) yang tercantum dalam Peraturan Presiden Nomor 3 Tahun 2016.

Selain itu, Jalan Tol Jakarta-Cikampek II Elevated dan Jalan Tol Krian-Legundi-Bunder-Manyar dan Kuala Namu-Tebing Tinggi-Prapat telah diajukan untuk menjadi PSN pada 2017.

"Ini merupakan keberhasilan pemerintah dalam mewujudkan percepatan penyediaan lima proyek jalan tol dengan skema KPBU," kata Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution yang juga Ketua Komite Percepatan Persiapan Infrastruktur Prioritas (KPPIP), Rabu (22/2).

Acara itu juga dihadiri oleh Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono dan Jaksa Agung Muhammad Prasetyo.

Darmin berharap penandatanganan PPJT ini mendorong perkembangan ekonomi di Sumatera Utara, DKI Jakarta, Jawa Barat, dan Jawa Timur.

"Jalan tol yang sedang dibangun ini diharapkan memudahkan akses, mengurangi potensi kemacetan, dan meningkatkan pergerakan barang dan manusia sehingga secara langsung meningkatkan perekonomian di area yang dilaluinya," ujarnya.

Dia mengatakan pembangunan proyek jalan tol dengan skema KPBU sejalan dengan arahan Presiden Joko Widodo untuk meningkatkan keterlibatan swasta dalam pembangunan infrastruktur.

Pasalnya, Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) terbatas untuk membiayai pembangunan di seluruh Indonesia yang membutuhkan Rp4.800 triliun. Pihak swasta diharapkan berkontribusi sekitar 36% untuk memenuhi kebutuhan tersebut.

"Partisipasi swasta perlu ditingkatkan agar anggaran pemerintah dapat dioptimalkan untuk pembangunan lainnya, seperti program pengentasan kemiskinan dan pengembangan daerah terpencil," kata Darmin seperti dikutip dari laman ekon.go.id.

Adapun penandatanganan perjanjian penjaminan untuk empat ruas jalan tol, yaitu Jakarta-Cikampek II Elevated, Krian-Legundi-Bunder-Manyar, Cisumdawu dan Serang - Panimbang, yaitu Perjanjian Penjaminan Pemerintah antara Kemenkeu dan badan usaha, serta perjanjian penjaminan antara PT Penjaminan Infrastruktur Indonesia (Persero) dan badan usaha.

Hal tersebut dilanjutkan dengan perjanjian regres untuk keempat ruas tol antara PII dan Kementerian PUPR serta Nota Kesepahaman antara Menteri Keuangan dan Menteri PUPR terkait penjaminan dalam proyek KPBU jalan tol.

Untuk diketahui, investasi jalan tol Jakarta-Cikampek II Elevated mencapai Rp14,77 triliun dan ruas jalan tol Krian-Legundi-Bunder-Manyar Rp9,22 triliun. PPJT kedua ruas ini sebelumnya telah ditandatangani pada 5 Desember 2016. (hlz/hlz)


Komentar