Rabu, 15 Agustus 2018 | 20:28 WIB

Kunjungi di social media :
Home / Transportasi / Angkutan Darat
Senin, 27 Februari 2017 09:19

Menhub akan Perluas Angkutan Penyeberangan Jarak Jauh

Translog Today
(Kemenhub)

JAKARTA - Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi akan mengembangkan konsep layanan penyeberangan jarak jauh untuk angkutan barang di sejumlah kota, menyusul operasional tiga kapal di lintasan Tanjung Priok-Pelabuhan Panjang.

"Kita sudah buat juga yang dari Surabaya ke Lembar, sekarang kita tinggal pikirkan bagaimana Panjang-Jakarta-Semarang-Surabaya-Padangbai-Lembar itu menjadi satu anchor," katanya saat meninjau kapal lintasan Pelabuhan Tanjung Priok-Pelabuhan Panjang Lampung, di Tanjung Priok, Jakarta, Minggu (26/2) sore.

Menhub akan terus mendorong pengusaha angkutan barang beralih dari jalan raya ke kapal. Dia menilai lebih ekonomis mengangkut truk dengan kapal, selain dapat mengurangi kerusakan jalan akibat beban angkutan yang seringkali melebih kapasitas jalan.

"Saya senang, menggunakan kapal lebih ekonomis dibanding menggunakan jalan. Sebab sparepart, ongkos jalan tol, solar lebih irit, dan terhindar dari pungutan liar di jalan. Jadi totalitas, meskipun pengusaha angkutan bayar (tarif kapal) Rp1,2 juta tetap lebih murah," kata Menhub. 

Menurut Budi, saat ini tiga kapal sudah melayani lintasan penyeberangan Tanjung Priok-Pelabuhan Panjang. "Sekarang sudah ada tiga kapal minimal sehari, artinya paling tidak ada 500 truk yang diangkut Jakarta-Panjang dan Panjang-Jakarta," ujarnya.

Konsep penyeberangan jarak jauh untuk angkutan barang ini, tutur Menhub, berawal dari kekhawatirannya melihat ribuan truk yang melintas di jalan setiap hari sehingga kerusakan jalan tidak terelakkan.

"Info dari Aptrindo, ada 12.000 truk yang bergerak dari Jakarta menuju Surabaya, bayangkan. Sementara ada 1.200 truk yang melintasi Pulau Bali. Kita berusaha kalau bisa dari Surabaya langsung ke Padangbai tidak melewati jalan di Bali." jelasnya.

Menhub akan menerapkan law enforcement, khususnya pada fungsi jembatan timbang. Dengan begitu diharapkan angkutan barang tidak lagi membawa beban melebihi ketentuan, sehingga biaya perawatan jalan bisa ditekan.

Dia mengaku mendapat dukungan dari asosiasi angkutan truk dan perusahaan logistik, sebab konsep ini semua pihak diyakini akan sama-sama diuntungkan. (hlz/hlz)


Komentar