Minggu, 21 Juli 2019 | 09:17 WIB

Kunjungi di social media :
Home / Transportasi / Pelayaran
Rabu, 08 Maret 2017 08:38

Menhub Minta Kapal Feri Berusia Muda dan Kecepatan Tinggi

Translog Today
(repro)

JAKARTA - Operator kapal feri (ro-ro) jarak jauh diminta menggunakan kapal berusia muda dengan kecepatan lebih dari 20 knot untuk melayani lintas Panjang-Jakarta-Semarang-Surabaya-Padangbay-Lembar.

Menurut Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, layanan kapal berusia muda dengan kecepatan yang tinggi akan meningkatkan efektivitas waktu perjalanan kapal sehingga menarik minat pengusaha trukuntuk mengalihkan kendaraannya dari jalan raya ke kapal ro-ro.

"Kalau (operator kapal) menggunakan kapal dengan kecepatan lebih dari 20 knot, waktu tempuh akan lebih cepat, Kalau kurang dari 20 knot memang lebih lambat. Untuk itu saya minta ASDP dan operator swasta cari kapal berkecepatan di atas 20 knot sehingga harga kompetitif tapi kecepatan tetap dapat," katanya dalam Rapat Pimpinan Kemenhub, Selasa (7/3).

Dalam setahun terakhir, tutur Menhub, setiap hari tiga kapal ro-ro melayani lintas Pelabuhan Tanjung Priok-Pelabuhan Panjang, Lampung. Dengan adanya layanan lintas ini, dia mencatat setidaknya 500 truk dapat dialihkan dari jalan raya ke kapal ro-ro.

Dia mengakui saat ini masih terdapat sejumlah kekurangan, antara lain tingkat okupansi relatif masih rendah, Namun, Menhub puas dengan operasional kapal ro-ro Jakarta-Lampung

Budi mengatakan, salah satu sisi kelemahan dari layanan feri jarak jauh tersebut adalah promosi, yang belum dilakukan secara maksimal. Tingkat okupansi masih 60% dan penumpang 20%. "Jadi promosi harus segera dilakukan," jelas Menhub.

Dia mengungkapkan, Kemenhub berencana mengajak Perum Damri dan PPD untuk menyediakan shuttle bus gratis dari sejumlah titik untuk mengangkut penumpang yang akan menggunakan kapal ro-ro tersebut.

Perpindahnya angkutan truk dari jalan raya ke kapal dinilai lebih ekonomis, "Operasional kapal lebih ekonomis dibandingkan dengan jalan. Sebab, selain menghemat suku cadang, pengusaha truk tidak perlu bayar tarif jalan tol dan BBM, termasuk pungutan di jalan," ujarnya.

Menhub mengatakan, pihaknya menginginkan sebelum bulan puasa, kapal ro-ro Jakarta - Surabaya sudah berangkat.

Sebagai informasi, lintasan kapal ro-ro yang saat ini sudah beroprasi adalah lintasan Lampung - Jakarta pp oleh kapal swasta dan lintasan Surabaya - Lembar pp oleh PT. ASDP Indonesia Ferry. Adapun lintasan Jakarta - Surabaya pp segera dioperasikan.

Sebagai catatan, pada Desember 2016 setidaknya terdapat 518 kendaraan dan 1.358 penumpang yang menyeberang dengan kapal ro-ro pada lintasan Surabaya-Lembar dengan 11 trip. (hlz/hlz)


Komentar