Senin, 18 November 2019 | 11:31 WIB

Visit our social media :
Home / Transportation / Airport
Rabu, 15 Maret 2017 06:37

AP II Gandeng HIG Bangun Hotel di Soekarno-Hatta dan Kualanamu

Translog Today

JAKARTA - PT Angkasa Pura II (Persero), pengelola 13 bandara di kawasan barat Indonesia, bekerja sama dengan Hotel Indonesia Group (HIG) untuk membangun hotel di sejumlah bandara yang dikelola perseroan.

Kerja sama dengan HIG menjadi langkah awal AP II yang sedang menjajaki kemitraan dengan sejumlah manajemen perhotelan. HIG merupakan gabungan dari tiga perusahaan, yaitu PT Hotel Indonesia Natour, PT Patra jasa dan PT Aero Wisata.

AP II dan HIG berencana menggelar penandatanganan nota kesepahaman atau memorandum of understanding (MoU) kerja sama itu dalam waktu dekat.

Presiden Direktur AP II Muhammad Awaluddin mengatakan MoU dengan HIG merupakan langkah awal perseroan untuk merealisasikan kerja sama di bidang perhotelan.

"HIG memiliki sejarah panjang sebagai salah satu grup manajemen hotel dengan portofolio brand hotel yang sangat dikenal. Kami yakin HIG dapat mendukung AP II meraih potensi pasar secara maksimal di bisnis perhotelan," katanya, Senin (13/3).

Dia mengatakan pertumbuhan pesat industri penerbangan berdampak pada semakin banyaknya jaringan penerbangan, sehingga permintaan hotel di bandara juga meningkat.

AP II, melalui anak usaha PT Angkasa Pura Properti, berencana membangun empat hotel pada tahun ini, yakni tiga hotel di Bandara Internasional Soekarno-Hatta dan satu lainnya di Bandara Internasional Kualanamu, Deli Serdang.

Kedua bandara itu merupakan bandara terbesar yang dikelola AP II, dengan pergerakan penumpang pada tahun lalu mencapai 58 juta orang di Soekarno-Hatta dan 9 juta orang di Kualanamu.

Awaluddin mengungkapkan investasi untuk empat hotel tersebut diperkirakan mencapai Rp375 miliar, yang sebagian besar dananya berasal dari internal.

"Nantinya beberapa hotel juga akan dikerjasamakan pengelolaannya dengan perusahaan yang telah memiliki nama besar di industri perhotelan," ungkapnya.

Pada tahap awal, tutur Awaluddin, pendirian hotel difokuskan di Soekarno-Hatta dan Kualanamu karena permintaan pasar hotel di kedua bandara itu tinggi.

Namun, ke depannya tidak menutup kemungkinan didirikan juga hotel di bandara lain, seperti Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru dan Supadio Pontianak, yang menurut studi layak dibangun hotel ataupun hotel di luar kawasan bandara yang dikelola AP II.

Di Bandara Soekarno-Hatta, dengan investasi Rp300 miliar, akan dioperasikan dua hotel baru yakni hotel bintang 4 dengan 150 kamar di Terminal 3 internasional dan hotel bintang 3 juga dengan 150 kamar di Terminal 3 domestik.

Selain itu, akan didirikan hotel bujet berlantai 6 dengan 150 kamar senilai sekitar Rp15 miliar, tepatnya di rest area SPBU kawasan Bandara Soekarno-Hatta yang saat ini dalam tahap persiapan konstruksi.

Adapun di Bandara Kualanamu, proyek hotel yang termasuk dalam program investasi Angkasa Pura Properti pada tahun ini adalah pendirian hotel bintang 3 di lantai mezzanine gedung terminal yang menelan investasi sekitar Rp60 miliar.

"Melalui penetrasi di bidang usaha baru, seperti perhotelan ini, kami yakin akan meningkatkan portofolio AP II dan kontribusi pendapatan dari bisnis nonaeronautika untuk dapat menyumbang hingga 50% lebih dari total pendapatan perseroan pada 2018," jelas Awaluddin.

Selain pendirian hotel, Angkasa Pura Properti membangun sejumlah fasilitas di Bandara Soekarno-Hatta, antara lain pengembangan area parkir inap, SPBU rest area, dan pengembangan properti di Tangerang bekerja sama dengan developer.
(hlz/hlz)


Komentar