Sabtu, 20 Oktober 2018 | 11:10 WIB

Kunjungi di social media :
Home / Korporasi / Aksi Korporasi
Rabu, 15 Maret 2017 14:21

Ketua SP JICT: Penerbitan Global Bond Pelindo II Sembrono

Translog Today

JAKARTA - Ketua Serikat Pekerja PT Jakarta International Container Terminal (JICT) Nova Sofyan Hakim menilai penerbitan global bond PT Pelabuhan Indonesia II (Persero) senilai Rp 21 triliun tidak direncanakan secara matang dan salah kaprah sejak awal.

Menurut Nova, dasar penerbitan obligasi global Pelindo II tidak jelas, sebab proyek-proyek pelabuhan yang direncanakan dengan surat utang seharusnya dapat dijalankan, bukan sebagai proyek mercusuar.

"Kami khawatir ada proyeksi bisnis yang sembrono sebagai dasar penerbitan global bond. Risikonya besar jika mempertaruhkan anak perusahaan yang sehat sebagai jaminan pembayaran bunga obligasi untuk proyek yang belum tentu menghasilkan," ujarnya saat sarasehan serikat pekerja pelabuhan di Jakarta, Senin (13/3).

Nova juga khawatir ada upaya direksi baru Pelindo II untuk membentuk opini publik bahwa global bond yang ditarik pada Mei 2015 sudah benar. "Bagi kami, penarikan global bond tidak efektif. Ada rencana untuk memutar bond di produk perbankan. Ini kan terlihat seperti tidak ada perencanaan" tuturnya.

Dia menyayangkan kebijakan direksi tersebut dan khawatir Pelindo II terancam default akibat beban bunga yang besar mencapi Rp1 triliun lebih per tahun.

Sampai dengan saat ini, global bond masih tersisa senilai US$685 juta. Obligasi baru dipakai untuk pelunasan utang asing US$490 juta, modal kerja US$200 juta dan proyek Kalibaru US$202 juta.

SP JICT secara resmi telah meminta pemerintah dan DPR untuk meninjau ulang dan mengusut tuntas global bond Pelindo II.

"Kami sesalkan, kenapa Pelindo II dikelola seperti sektor non-riil macam perbankan. Masa depan Pelindo II akan sangat suram. Global bond yang ditarik tanpa perencanaan, bisa jadi penyebab utama kenapa JICT harus dijual sebagai jaminan pembayaran bunga," ungkap Nova. (hlz/hlz)


Komentar