Sabtu, 21 April 2018 | 16:28 WIB

Kunjungi di social media :
Home / Korporasi / Aksi Korporasi
Kamis, 23 Maret 2017 19:30

Pelindo II Nekat Bayar Bunga Global Bond dari Uang Perpanjangan JICT dan Koja

Translog Today

JAKARTA -

PT Pelabuhan Indonesai II (Persero) mengakui uang sewa perpanjangan Jakarta Inernational Container Terminal (JICT) dan TPK Koja digunakan untuk membayar bunga global bond sebesar Rp1,2 triliun per tahun.

"Iya, bunga global bond Rp1,2 triliun per tahun dibayar bukan dari proyek-proyek, melainkan uang sewa perpanjangan JICT dan Koja," kata Direktur Keuangan Pelindo II Iman Rahman dalam Rapat Panitia Khusus (Pansus) Angket DPR RI tentang Pelindo II di Jakarta, Kamis (23/3).

Direktur Komersil Pelindo II Saptono Irianto menambahkan, saat penerbitan global bond, proyek-proyek masih dalam pre-feasibility study (studi kelayakan awal). Dia berharap proyek-proyek yang digarap dengan global bond dapat berjalan.

"Kalibaru tahap I (NPCT-1) memang belum berjalan penuh. Ke depannya Kalibaru diharapkan dapat beroperasi penuh, termasuk transhipment," kata Saptono.

Sementara itu, mantan Direktur Keuangan Pelindo II Orias Petrus Moedak mengaku tidak tahu jika global bond tidak sesuai dengan Rencana Kerja Anggaran Perusahaan (RKAP) Pelindo II.

"Soal ketidaksesuaian RKAP yang ditanyakan Pansus, kami akui tidak tahu. Tugas saya cari uang. Penggunaanya silakan tanya direksi sekarang," kata Orias.

Ketua Pansus Pelindo II Rieke Diah Pitaloka menyayangkan Pelindo II menabrak aturan dan undang-undang demi membayar bunga global bond.

"Saya heran proyek-proyek masih dalam pra FS tapi bisa tarik global bond yang sangat besar. Siapa sebetulnya investor global bond?" ujarnya.

Seharusnya, kata Rieke, dalam menyusun proyek-proyek dengan penarikan global bond yang besar harus dilakukan secara cermat dan hati-hati dan disesuaikan dengan kebutuhan. Ini untuk menghindari kerugian BUMN sebagai perpanjangan negara.

"(Global bond) Ini ditarik seperti tanpa rencana dan kebutuhan. Tidak bisa Pelindo II hanya berharap proyek dapat berjalan. Memang Singapura semudah itu memberikan pasar transitnya? Ini kan tidak masuk akal," tegas Rieke.

Pansus Pelindo II juga sudah berkoordinasi dengan Menteri Keuangan terkait dengan keganjilan penarikan global bond Pelindo II.

"Kami sudah menyampaikan (masalah global bond). Mereka akan mengevaluasi segera agar kerugian negara lebih besar dapat dihindari," kata Rieke. (hlz/hlz)


Komentar