Minggu, 21 Juli 2019 | 10:01 WIB

Kunjungi di social media :
Home / Transportasi / Penerbangan
Senin, 27 Maret 2017 07:25

Larangan Elektronik AS Menular ke Indonesia

Translog Today
(repro)

JAKARTA - Indonesia memperketat pemeriksaan kepada seluruh penumpang pesawat yang membawa barang elektronik, menyusul kebijakan Pemerintah Amerika Serikat melarang penumpang pesawat dari negara tertentu membawa barang elektronik ke dalam kabin pesawat.

Aturan pengetatan tersebut tertuang dalam Surat Keputusan Dirjen Perhubungan Udara no. SKEP/ 2765/ XII/ 2010 dan Surat Edaran Dirjen Perhubungan Udara no. SE.6 Tahun 2016.

Dalam surat itu, Dirjen Perhubungan Udara Kemenhub menegaskan kepada seluruh pengelola bandara menerapkan pemeriksaan yang ketat kepada penumpang yang membawa barang elektronik sebelum naik ke dalam pesawat.

Menurut Dirjen Hubdar Kemenhub, Agus Santoso, keamanan penerbangan merupakan satu kesatuan dengan keselamatan penerbangan.

Untuk itu, pengamanan terhadap barang-barang yang berpotensi dapat menganggu keselamatan penerbangan harus diperketat, termasuk terhadap barang elektronik yang akan dibawa ke dalam kabin pesawat.

"Pengamanan tersebut sudah sesuai dengan Undang-undang No. 1 Tahun 2009 tentang Penerbangan. Pengamanan ketat terhadap barang-barang elektronik di dalam kabin dilakukan guna mengantisipasi aksi terorisme menggunakan perangkat elektronika," ujarnya dalam siaran pers, Minggu (26/3).

Tindakan pengamanan yang lebih ketat sudah dilakukan oleh Pemerintah Amerika Serikat, Kanada dan Inggris terhadap beberapa penerbangan maskapai tertentu dari bandara di negara tertentu di Timur Tengah dan Turki menuju bandara di Amerika Serikat, Kanada dan Inggris.

Larangan tersebut mengenai larangan membawa laptop (komputer jinjing) dan barang elektronik yang lebih besar dari telepon genggam (handphone) dalam kabin pesawat.

"Namun sampai saat ini Pemerintah Indonesia belum memiliki aturan mengenai larangan membawa laptop dan barang elektronik yang lebih besar dari telepon genggam (handphone) ke dalam kabin pesawat. Untuk saat ini, barang-barang elektronik tersebut boleh dibawa ke kabin tetapi harus dikeluarkan dari tas dan diperiksa melalui mesin x-ray," lanjut Agus.

Jika dalam pemeriksaan menggunakan x-ray masih membuat ragu petugas, maka harus dilakukan pemeriksaan secara manual dan melakukan pemeriksaan lebih lanjut. Kepala bandara yang tidak melaksanakan ketentuan itu akan diberikan sanksi. (hlz/hlz)


Komentar