Jumat, 15 Desember 2017 | 03:43 WIB

Kunjungi di social media :
Home / Logistik / Supply Chain
Sabtu, 01 April 2017 21:40

AP II Bangun Pusat Logistik Berikat di Bandara Soekarno-Hatta

Translog Today
(AP II)

JAKARTA - PT Angkasa Pura Kargo, anak perusahaan PT Angkasa Pura II (Persero), membangun kawasan pusat logistik berikat (PLB) di Bandara Internasional Soekarno-Hatta Cengkareng mulai tahun ini.

PLB itu terdiri dari Gudang 1 seluas 1.500 m2 yang dibangun pada tahun ini, Gudang 2 seluas 10.000 m2 dibangun pada 2018, dan Gudang 3 dibangun di Cargo Village Bandara Soekarno-Hatta pada 2019 dengan luas yang sama yakni 10.000 m2.

Potensi pasar terbesar PLB di Bandara Soekarno-Hatta adalah suku cadang pesawat. Suku cadang impor dapat ditimbun atau disimpan di gudang PLB dan dilakukan clearance jika digunakan keluar dari gudang PLB.

Menurut Presiden Directur AP II Muhammad Awaluddin, pembangunan PLB di Bandara Soekarno-Hatta sangat strategisk karena lokasinya cukup dekat dengan Pelabuhan Tanjung Priok.

"Pembangungan PLB ini mendukung program pemerintah terkait penghematan biaya logistik oleh pelaku usaha," katanya dalam siaran pers, Sabtu (1/4).

Dia mengatakan fasilitas tersebut bermanfaat bagi maskapai karena dapat menyimpan spare parts di gudang PLB, waktu perbaikan pesawat dapat dipersingkat, menyederhanakan kontrol terhadap perbaikan dan penyimpanan spare parts, dan pengembangan atau perbaikan bisa dilakukan di PLB.

Secara bisnis, ungkap Awaluddin, PLB ini berpotensi menghasilkan pendapatan dari pemanfaatan pergudangan di Bandara Soekarno-Hatta sedikitnya Rp 2,5 triliun per tahun, apabila pergudangan spare parts dilakukan di Indonesia.

Kelebihan lain, PLB tersebut berada di kawasan Bandara Soekarno-Hatta sehingga mempersempit waktu transit untuk proses pengiriman ekspor-impor melalui udara serta adanya pengamanan internal selama 24 jam dan diawasi langsung oleh kepolisian.

Dalam pembangunan PLB, tutur Awaluddin, AP II akan bekerja sama dengan pijak terkait, termasuk Bea dan Cukai, maskapai penerbangan, forwarder, serta pihak lain seperti perbankan dan sebagainya.

Kepala Kantor Pelayanan Utama (KPU) Bea dan Cukai Tipe C Soekarno-Hatta Erwin Situmorang mengatakan pihaknya sangat mendukung pembangunan PLB di Bandara Soekarno Hatta oleh AP II.

"Dengan adanya PLB, bahan baku yang dibutuhkan oleh industri dalam negeri yang selama ini diperoleh dari luar negeri yang diterbangkan langsung ke Indonesia dapat diperoleh dari PLB tersebut," ujarnya.

Hal ini diharakan mengurangi biaya logistik dan waktu, selain membuka investasi pergudangan di bandara dan diharapkan menjadi hub untuk logistik di Asia Pasifik.

Pembentukan PLB merupakan salah satu amanat dalam Paket Kebijakan Ekonomi II yang diterbitkan pemerintah pada tahun lalu. Presiden Joko Widodo sendiri telah meresmikan pengoperasian 11 PLB pada awal tahun ini.

Angkasa Pura Kargo juga mengembangkan aplkasi khusus di smartphone untuk mendukung pengoperasian gudang PLB di Bandara Soekarno-Hatta tersebut. (hlz/hlz)


Komentar