Selasa, 19 November 2019 | 01:40 WIB

Visit our social media :
Home / Transportation / Shipping
Minggu, 09 April 2017 15:21

Mulai 10 April, Pelindo I Layani Pemanduan Kapal di Selat Malaka dan Selat Singapura

Translog Today

JAKARTA - Kapal asing dan domestik yang melintasi Selat Malaka dan Selat Singapura mulai Senin (10/4) akan dipandu oleh armada PT Pelabuhan Indonesia I (Persero) guna menjamin keselamatan pelayaran di perairan tersebut.

Jasa pandu di perairan Selat Malaka dan Selat Singapura, yang masuk dalam wilayah kedaulatan Indonesia, akan diluncurkan secara resmi oleh Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi di Batam.

"Pemanduan kapal ini sangat penting, terutama untuk menjamin keselamatan pelayaran bagi kapal-kapal yang melintasi jalur tersebut," jelas Menhub, Minggu (9/4).

Menurut Budi Karya, rencana pemanduan di wilayah itu sebenarnya sudah dibahas sejak 7 tahun lalu, tetapi baru dapat direalisasikan tahun ini. Selain meningkatkan keselamatan pelayaran, pemanduan ini bertujuan ikut menjaga kedaulatan wilayah Indonesia.

"Kita akan jaga dan manfaatkan setiap jengkal wilayah teritorial Indonesia agar dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Masih banyak wilayah perairan Indonesia yang dulunya dibiarkan begitu saja, sekarang akan kita gunakan untuk kepentingan bangsa, salah satunya adalah Selat Malaka," tegas Menhub.

Data menunjukkan, setiap tahun sekitar 60.000 hingga 80.000 kapal dari berbagai negara, baik kapal kargo maupun kapal tanker, berlayar melintasi selat sepanjang 550 mil ini.

Untuk menghindari kecelakaan di laut, Indonesia akan melakukan pemanduan terhadap kapal yang melintas selat tersebut, sesuai dengan Peraturan Dirjen Perhubungan Laut No. HK.103/2/4/DJPL-17 tentang Sistem dan Prosedur Pelayanan Jasa Pemanduan dan Penundaan Kapal pada Perairan Pandu Luar Biasa di Selat Malaka dan Selat Singapura.

Pemanduan akan dilaksanakan mulai dari titik di Iyu Kecil ke Nongsa dengan jarak kurang lebih 48 Nautical Miles.

Rencana pemanduan tersebut telah dilaporkan Indonesia dalam pertemuan dengan Malaysia dan Singapura pada Intersessional Meeting of The Working Group on Voluntary Pilotage Services in Straits of Malacca and Singapore di Bandung pada 18-20 Januari 2017.

Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Perhubungan telah melaporkan bahwa mulai 2017 akan dilakukan pemanduan kapal yang melintasi Selat Malaka.

Selat Malaka dan Selat Singapura merupakan Perairan Pandu Luar Biasa (voluntary pilotage services) atau suatu wilayah perairan yang tidak wajib dilakukan pemanduan tetapi apabila nakhoda memerlukan dapat mengajukan permintaan jasa pemanduan.

Kemenhub telah menunjuk Pelindo I sebagai operator jasa pandu sesuai Keputusan Dirjen Perhubungan Laut No. BX.428/PP 304 tanggal 25 November 2016 tentang Pemberian Izin Kepada PT Pelabuhan Indonesia I untuk melaksanakan Pelayanan Jasa Pemanduan dan Penundaan Kapal pada Perairan Pandu Luar Biasa di Selat Malaka dan Selat Singapura.

Selain menjamin keselamatan dan keamanan pelayaran, Menhub mengatakan pemanduan ini akan menunjang perkembangan perekonomian nasional, sebab menghasilkan pendapatan bagi BUMN dan penerimaan negara bukan pajak (PNBP).
(hlz/hlz)


Komentar