Sabtu, 21 Juli 2018 | 22:34 WIB

Kunjungi di social media :
Home / Regulasi / Bea Cukai
Minggu, 16 April 2017 12:21

Bea Cukai Kualanamu Awasi Ketat Barang Bawaan Penumpang dari Bangkok

Aidikar M. Saidi

MEDAN -

Bea Cukai Bandara Internasional Kualanamu, mengklaim kini tidak ada lagi barang bawaan penumpang pesawat dari Bangkok, Thailand, senilai lebih dari US$250, menyusul pengetatan pengawasan barang bawaan penumpang dari luar negeri sejak awal 2017. 

"Kini Bea Cukai Kualanamu tidak lagi menoleransi masuknya barang impor bawaan penumpang dengan nilai di atas US$250," kata Zaky Firmansyah, Kepala Kantor Pelayanan Bea Cukai Bandara Kualanamu, Sumatera Utara, Sabtu (15/4).

Menurut dia, biasanya setiap hari tidak kurang 40 penumpang dari luar negeri diketahui membawa barang di atas nilai US$250.

Zaky mengatakan banyak warga negara Indonesia yang hobi berbelanja barang murah di luar negeri, terutama Bangkok. “Mereka biasanya berbelanja pakaian dan aksesori ke Bangkok untuk kemudian dijual lagi di Indonesia,” ujarnya.

Dia menegaskan pengawasan barang bawaan penumpang itu merupakan bagian dari tugas dan wewenang Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) sebagai fasilitator perdagangan dan industri serta melindungi kepentingan masyarakat.

Bea dan Cukai menggunakan Undang-Undang No. 10 Tahun 1995 tentang Kepabenan sebagaimana telah diubah dengan UU No. 17 Tahun 2006, PMK No. 188/PMK.04/2010 tentang Impor Barang yang Dibawa oleh Penumpang, Awak Sarana Pengangkut, Pelintas Batas, dan Barang Kiriman, serta Permendag No. 87/M-DAG/PER/10/2015 tentang Ketentuan Impor Produk Tertentu.

Zaky memaparkan, jumlah penumpang dari Bangkok yang melalui Bandara Kualanamu pada 2015 mencapai 40 orang per hari dengan membawa barang (melebihi batas US$250) yang tujuannya diperdagangkan kembali.

Pada 2016, lanjutnya, jumlah penumpang yang membawa barang bawaan melebihi batas wajar menurun, yakni rata-rata hanya 4 orang per bulan. 

“Sejak Januari 2017, barang bawaan penumpang melebihi batas kewajaran melalui Bandara Kualanamu telah bersih. Tidak ada lagi barang bawaan penumpang asal Bangkok yang melebihi batas kewajaran bakal lolos,” ujarnya. 

Zaky menambahkan, keberhasilan pihaknya menertibkan barang bawaan penumpang di Kualanamu tentu tidak terlepas dari kerja keras pegawai Bea Cukai bandara itu mensosialisasikan secara berkesinambungan. Selain itu, kemauan seluruh pegawai mengubah cara pikir dan budaya sesuai motto Bea Cukai Kualanamu yakni Profesional.

Kepala Kantor Wilayah DJBC Sumatera Utara Iyan Rubianto mengapreasi kinerja Bea Cukai Kualanamu, khususnya keberhasilan menertibkan barang bawaan penumpang dari Bangkok.

“Saya bangga keberhasilan Bea Cukai Bandara Kualanamu. Hal itu membuktikan bahwa Bea Cukai berupaya keras mengajak masyarakat mencintai produk dalam negeri, baik pakaian jadi maupun alas kaki dan melindungi industri dalam negeri,” ungkapnya.

Barang dagangan didefinisikan sebagai barang yang menurut jenis, jumlahnya tidak wajar untuk keperluan pribadi; diimpor untuk diperjualbelikan; barang contoh; barang yang akan digunakan sebagai bahan baku atau bahan penolong untuk industri dan/atau barang untuk tujuan selain pemakaian pribadi.

Pihak Bea Cukai akan melakukan penindakan (penertiban) terhadap barang bawaan penumpang yang tidak memenuhi Permendag Nomor 87/M-Dag/Per/10/2015. (hlz/hlz)


Komentar