Selasa, 19 November 2019 | 03:02 WIB

Visit our social media :
Home / Transportation / Airport
Selasa, 30 Mei 2017 19:30

AP II Tawarkan Insentif Extra Flight Dukung Angkutan Lebaran 2017

Translog Today
(Harnas/repro)

JAKARTA - PT Angkasa Pura II (Persero) memberikan insentif bagi maskapai yang mengoperasikan penerbangan tambahan (extra flight) khusus rute domestik pada masa angkutan Lebaran 2017 di seluruh bandara di bawah pengelolaan perseroan.

Insentif itu yakni pembebasan biaya atau free of charge jasa pendaratan (landing fee) dan potongan 50% biaya perpanjangan jam operasi. Pemberian insentif khusus bagi penggunaan pesawat berbadan sedang atau narrow body.

Sebagai ilustrasi, apabila maskapai mengoperasikan pesawat Boeing 737-800 NG atau Airbus A320 untuk extra flight di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, maka maskapai itu dibebaskan dari biaya jasa landing fee.

Contoh lain, apabila beroperasi dengan pesawat narrow body untuk extra flight di Bandara Supadio Pontianak pada pukul 01.00 WIB, maka maskapai mendapat pembebasan biaya jasa landing fee ditambah diskon 50% biaya perpanjangan jam operasi karena operasional reguler bandara hanya sampai pukul 24.00 WIB.

Menurut Presiden Direktur AP II Muhammad Awaluddin, insentif itu diberikan untuk mendukung kelancaran penerbangan di bandara-bandara AP II selama masa angkutan Lebaran.

"Kami juga berharap extra flight tidak membebani operasional maskapai, atau dengan kata lain insentif ini juga sebagai bentuk dari dukungan AP II kepada seluruh maskapai," katanya dalam siaran pers, Selasa (30/5).

Insentif potongan 50% biaya perpanjangan jam operasi bandara dimaksudkan agar maskapai mau mengoperasikan extra flight di luar jam operasional reguler bandara sehingga penerbangan tambahan tidak terlalu dekat waktunya dengan jadwal yang sudah ada.

"Hal ini juga sebagai salah satu antisipasi dalam mengurai kepadatan saat peak season seperti masa angkutan Lebaran," jelas Awaluddin.

Pemberian insentif ini sekaligus salah satu inovasi dan strategi AP II untuk mengoptimalkan kinerja bandara serta memberikan alternatif pilihan jadwal penerbangan bagi masyarakat.

Ke depan, tutur Awaluddin, tidak menutup kemungkinan perseroan memberikan insentif lainnya sesuai dengan kondisi kepada maskapai sehingga industri penerbangan di Tanah Air semakin berkembang.

AP II juga memberikan insentif bagi maskapai yang membuka rute internasional baru guna mendatangkan wisatawan mancanegara sebanyak 4 juta orang pada 2017 sesuai dengan target Kementerian Pariwisata.
(hlz/hlz)


Komentar