Sabtu, 16 Desember 2017 | 12:10 WIB

Kunjungi di social media :
Home / Transportasi / Teknologi
Rabu, 12 Juli 2017 16:22

LRT Jabodebek Adopsi Persinyalan Moving Block, Libatkan LEN Industri

Translog Today

JAKARTA - Proyek Light Rail Transit Jakarta-Bogor-Depok-Bekasi (LRT Jabodebek) akan mengadopsi teknologi persinyalan moving block guna memperpendek jarak kedatangan antar kereta (head way) sehingga bisa mengangkut lebih banyak penumpang.

Konsekuensi penggunaan teknologi itu, biaya LRT diperkirakan bengkak Rp200 miliar hingga Rp300 miliar. Sebelumnya, proyek tersebut direncanakan menggunakan persinyalan fixed block dengan proyeksi jumlah penumpang 270.000 per hari.

Dengan persinyalan moving block, jumlah penumpang yang bisa diangkut LRT Jabodebek ditargetkan bertambah menjadi sekitar 500.000 orang per hari.

Hal itu diungkapkan Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi seusai rapat koordinasi dengan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan di Jakarta, Rabu (12/7).

Menurut Menhub, sistem moving block akan menambah anggaran proyek LRT yang telah ditetapkan pemerintah sebesar Rp21,7 triliun. "Ada kenaikan biaya, tapi ada kenaikan spesifikasi juga. Ada tambahan sekitar Rp200 miliar sampai Rp300 miliar," ungkapnya.

Berdasarkan hitungan kontraktor, PT Adhi Karya (Persero) Tbk, proyek LRT Jabodebek ditaksir menelan biaya Rp23,4 triliun. Namun setelah evaluasi teknis dan kewajaran, nilai proyek ditetapkan menjadi Rp21,7 triliun.

Budi menjelaskan teknologi persinyalan moving block dapat memperpendek head way rangkaian kereta sehingga bisa mengangkut lebih banyak penumpang. Misalnya, head way dari semula 5 menit menjadi hanya 1 menit.

Menhub menegaskan pemerintah menginginkan PT LEN Industri (Persero) sebagai mitra lokal pengembangan sistem moving block LRT Jabodebek. Artinya, siapapun pemenang tender pengadaan sistem tersebut harus menggandeng BUMN peralatan elektronik industri itu.

Pemerintah menargetkan proyek LRT Jabodebek tuntas paling lambat awal 2019, sementara LRT Palembang diproyeksikan rampung pertengahan 2018 untuk mendukung Asian Games 2018.
(hlz/hlz)


Komentar