Kamis, 19 Juli 2018 | 21:53 WIB

Kunjungi di social media :
Home / Korporasi / CSR
Selasa, 18 Juli 2017 19:37

Lion Air Group Bantu Penelitian Perubahan Arah Angin di Bandara

Translog Today

JAKARTA - Lion Air Group bekerja sama dengan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Komisi Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT), dan Universitas Diponegoro melakukan penelitian perubahan arah angin (wind shear) di bandara.

Penelitian tesebut akan menggunakan data penerbangan di Bandara Ahmad Yani Semarang, dan hasilnya akan dikembangkan ke berbagai bandara di dalam negeri untuk dimanfaatkan oleh penerbangan nasional.

Dalam kerja sama itu, Lion Air Group mengucurkan dana Rp500 juta untuk ikut membiayai penelitian yang diharapkan bisa membantu meningkatkan keselamatan penerbangan nasional.

Presiden Direktur Lion Air Group Edward Sirait mengatakan Lion Air Group merasa terpanggil untuk ikut andil bagian dalam penelitian yang diharapkan membantu meningkatkan keselamatan penerbangan di Tanah Air.

"Kami yakin penelitian ini bisa membantu meningkatkan keselamatan penerbangan nasional, dipandu oleh BMKG dan KNKT," kata Edward di sela-sela penandatanganan nota kesepahaman kerja sama di kantor BMKG Jakarta, Selasa (18/7).

Menurut dia, penelitian perubahan arah angin di level bawah perlu segera dilakukan seiring dengan pertumbuhan pesat industri transportasi udara. Apalagi, angka kecelakaan pesawat di Indonesia meningkat, sementara internasional cenderung turun.

Lion Air Group yang menaungi empat maskapai penerbangan juga berkepentingan dengan penelitian ini karena memiliki frekuensi penerbangan yang tinggi dengan lebih dari 200 pesawat operasional.

"Kondisi alam tidak menjamin keselamatan karena sering berubah. Teknologi penerbangan terus berkembang, tetapi tidak dengan pengamatan peristiwa alam di sekitar bandara. Padahal, banyak hal yang bisa dikembangkan dari alam untuk meningkatkan keselamatan penerbangan," kata Edward.

Menurut Ketua BMKG Andi Eka Sakya, Indonesia masih sering mengalami perubahan arah angin secara tiba-tiba, khususnya ketika musim pancaroba.

Dia mengatakan low level wind shear biasanya terjadi saat pesawat mendarat atau lepas landas, terutama di bandara-bandara yang terletak di pesisir pantai. Namun, peristiwa ini bisa juga terjadi di bandara dengan struktur pembangunan yang tidak memperhatikan pergerakan arah angin.

"Kami mengapresiasi Lion Air Group yang bergerak lebih cepat, melihat kondisi seperti ini. Tidak banyak perusahaan yang mau masuk ke dunia penelitian," ujar Andi. (hlz/hlz)


Komentar