Jumat, 15 Desember 2017 | 03:45 WIB

Kunjungi di social media :
Home / Regulasi / Bea Cukai
Jumat, 11 Agustus 2017 17:32

Kapal BC Sumut Kejar 9 Kapal Penyelundup dari Malaysia, 7 Lolos

Aidikar M. Saidi
Kapal BC tangkap kapal penyelundup di perairan Sumut (translogtoday)

BELAWAN - Kapal Patroli Bea Cukai Sumatera Utara melakukan pengejaran dramatis sembilan kapal pengangkut barang ilegal dari Malaysia tujuan Tanjung Balai Asahan, Jumat (11/8) dini hari.

Dua kapal di antaranya berhasil ditangkap, sedangkan tujuh kapal lolos karena iring-iringan kapal itu terlalu dekat sehingga kesulitan dalam penangkapan.

Dalam penangkapan itu sempat terjadi tembak-tembakan antara kapal patroli Bea Cukai dan tujuh kapal penyelundupan tersebut.

Menurut Kepala Pemberantasan dan Pencegahan (P2) Kanwil Bea Cukai Sumatera Utara Rizal, penindakan itu tindak lanjut dari informasi akan masuknya kapal-kapal barang ilegal dari Malaysia tujuan Tanjing Balai Asahan pada Kamis (10/8).

Kanwil BC Sumut kemudian mengerahkan tiga kapal patroli, yakni BC 9004 (Satgas Patroli Laut BKO Kanwil Sumut), BC 20008 (Satgas Patroli Laut TBK), dan BC 15031 (Satgas Patla Teluk Nibung) untuk melakukan patroli..

Sekitar pukul 23.00 WIB, kapal BC 20008 berhasil melakukan penindakan terhadap kapal penyelundup bernama KM Surya Kencana muatan ballpress dan empat orang ABK di sekitar Pulau Pandang dan langsung dibawa ke Belawan.

Sekitar pukul 01.00 WIB Jumat dini hari, BC 9004 juga berhasil melakukan penindakan terhadap kapal penyelundup pada koordinat 03.23.15 Utara dan 99.37.00 Timur.

Dari hasil pemeriksaaan diketahui kapal tersebut bernama KM Tirta Kencana GT 52 bermuatan kurang lebih 800 ballpress pakaian bekas dan menahan delapan orang ABK di atas kapal.

Selanjutnya BC 9004 membawa kapal beserta muatan dan ABK menuju Pangkalan Kanwil DJBC Sumut di Belawan.

Pukul 04.00 WIB, BC 20008 memberikan informasi bahwa KM Surya Kencana yang tengah tenggelam dan diselamatkan satu ballpress sebagai barang bukti dan empat orang ABK. BC 20008 kemudian memindahkan barang bukti dan ABK itu ke BC 9004 pada pukil 06.00 WIB.

Aksi Perlawanan

Sebelumnya, Jumat dini hari pukul 02.30 WIB ditemukan iring-iringan atau konvoi kapal yang mencurigakan tanpa lampu dari arah timur, yakni Tanjung Api menuju lampu putih terluar Kuala Bagan Asahan.

Petugas tim Patroli Laut (Patla) BC 15031 melakukan pengejaran terhadap konvoi tersebut. "Pada saat itu, tim juga berkoordinasi dengan BC 9004 yang ternyata berada di sekitar Pulau Salah Nama dan menangkap kapal diduga bermuatan ballpress ke arah Belawan," tuturnya.

Akhirnya, tim BC 15031 memutuskan untuk melakukan penindakan sendiri tetapi tidak berhasil karena posisi konvoi iringan tersebut sangat rapat yang berjumlah tujuh kapal diduga bermuatan ballpress.

Di atas kapal itu banyak massa yang menyalakan obor dan dikawal oleh lima kapal berukuran besar dan sedang. Tim mencoba mendekat dan memberikan aba-aba agar berhenti dan memberikan dua kali tembakan peringatan ke udara. Namun, peringatan itu dibalas dengan mercon kembang api dan obor api.

Kondisi saat itu untuk menempel ke kapal ballpress dan melakukan penindakan ke kapal tersebut sangat tidak memungkinkan karena jarak antar kapal sangat dekat dan berisiko tinggi untuk manuver.

Akhirnya kopat dan nakhoda memutuskan untuk menghentikan upaya penindakan dan bersiaga posisi di lampu mercusuar depan Kuala Bagan. (hlz/hlz)


Komentar