Sabtu, 20 Oktober 2018 | 11:29 WIB

Kunjungi di social media :
Home / Transportasi / Penerbangan
Kamis, 10 Agustus 2017 20:32

Rusia Tawarkan Kerja Sama Pengembangan Pesawat MC-21 di Indonesia

Translog Today
Pesawat komersial terbaru Rusia MC-21 (repro)

JAKARTA - Rusia menawarkan pesawat komersial buatannya MC-21 kepada Indonesia. Pesawat yang dikembangkan oleh Irkut Corporation ini diklaim lebih unggul dibandingkan pesawat sekelas buatan Boeing dan Airbus.

Penawaran itu datang dari Menteri Luar Negeri Federasi Rusia Sergey Lavrov, yang berkunjung ke Jakarta dan bertemu dengan Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi dalam presentasi penawaran pesawat MC-21, Kamis (11/8).

Sergey mengatakan pengenalan pesawat penumpang terbaru MC-21 itu merupakan langkah penting dalam implementasi kerja sama ekonomi yang saling menguntungkan antara Rusia dan Indonesia.

Menurut dia, MC-21merupakan perwujudan kemajuan industri pesawat terbang Rusia dalam beberapa tahun terakhir yang dibuat atas dasar perkembangan inovatif yang unik di sejumlah bidang.

"Pesawat ini tidak hanya tidak inferior, tapi juga melampaui indikator modifikasi terbaru dari perusahaan pesaing yang sesuai-Airbus dan Boeing," ujarnya pada presentasi penawaran pesawat MC-21.

Sergey berharap MC-21 diminati pasar transportasi udara yang tumbuh secara dinamis di Indonesia.

"Pesawat ini bisa menjadi solusi optimal untuk memastikan interkoneksi transportasi yang andal dari kepulauan Indonesia yang berada jauh satu sama lain," ujarnya.

Sergey menegaskan, Irkut Corporation tidak hanya siap memasok pesawat ini ke Indonesia, tetapi juga mengembangkan kerja sama ilmiah, teknis dan produksi yang beragam dengan mitra Indonesia dalam program MC-21.

"Secara khusus, ini mungkin merupakan pertanyaan (peluang) untuk membangun pusat regional untuk perbaikan dan perawatan pesawat terbang ini," ungkap Sergey.

Menanggapi presentasi MC-21, Menhub Budi mengatakan pesawat ini akan memberikan lebih banyak pilihan bagi industri penerbangan nasional, sekaligus
kesempatan untuk mendapatkan produk yang kompetitif.

"Makin banyak barang ditawarkan makin banyak kesempatan kita untuk memilih. Jadi nanti makin banyak supply, kita dapat memilih apa yang kita butuhkan dengan harga yang lebih kompetitif," ujar Menhub.

Budi menambahkan MC-21 merupakan jenis pesawat yang sering digunakan di Indonesia karena dapat mengangkut 165-211 penumpang.

Untuk segi bisnis, Menhub memberikan kebebasan kepada korporasi penerbangan untuk langsung berhubungan dengan produsen pesawat asal Rusia tersebut.

"Cocok atau tidaknya kita serahkan kepada korporasi untuk melakukan penjajakan dengan mereka. Kalau efisiensinya bagus pasti pesawat ini akan diminati juga di Indonesia. Kalau mau beli saya serahkan kepada korporasi penerbangan kita seperti Garuda, Lion, Sriwijaya dan sebagainya silahkan melihat," ujarnya.

Meski demikian, tuturnya, Kementerian Perhubungan tetap memiliki standar tertentu khususnya mengenai safety, sehingga Ditjen Perhubungan Udara akan memberikan rekomendasi yang disesuaikan dengan standar internasional ICAO.

Standar ini mengacu pada UU No. 1 Tahun 2009 tentang Penerbangan dan Civil Aviation Safety Regulation (CASR part 21 terkait Certification Procedures for Product and Parts).

Aturan ini menetapkan bahwa sesuai prosedur dan standar internasional pesawat komersial harus memiliki sertifikat uji tipe dari negara pembuat dan verifikasi dari negara dimana pesawat akan dioperasikan.

Pesawat MC-21 yang ditawarkan ini khusus penumpang. Namun, karena baru penawaran awal, tentu akan dilakukan pengamatan lebih jauh tentang keandalan pesawat sebelum ditentukan penggunaannya untuk komersial atau logistik.

"Tentunya akan ada pendalaman tentang keunggulan pesawat ini dan itu dilakukan oleh masing-masing korporasi penerbangan," tutur Menhub.

Saat ini, pesawat Rusia masih terbatas digunakan untuk penerbangan carter dan general aviation. "Pesawat Rusia sekarang ini digunakan untuk pesawat pribadi dan carter. Jumlahnya saya tidak terlalu tahu persis, tapi cukup banyak," kata Menhub. (hlz/hlz)


Komentar