Jumat, 20 Oktober 2017 | 02:52 WIB

Kunjungi di social media :
Home / Korporasi / CSR
Kamis, 31 Agustus 2017 13:56

IPC Logistic Dukung Sosialisasi Tol Laut dan Rumah Kita

Aidikar M. Saidi
(Pelindo III)

NATUNA - PT Multi Terminal Indonesia (MTI) atau IPC Logistic turut aktif mensosialisasikan program Tol Laut dan Rumah Kita kepada masyarakat, antara lain ditunjukkan melalui keikutsertaan dalam kunjungan rombongan Kementerian Perhubungan ke Kepulauan Natuna beberapa waktu lalu.

Dari kegiatan tersebut, tim yang terdiri dari pejabat Kemenhub dan sejumlah petinggi BUMN banyak mendapat pertanyaan, keluhan, dan masukan dari masyarakat di daerah tersebut. Masyarakat mengaku merasakan manfaat program Tol Laut, seperti bisa memperoleh berbagai barang kebutuhan sehari-hari dengan harga lebih terjangkau.

"Alhamdulillah, dengan adanya Tol Laut, disparitas harga antara wilayah Indonesia Barat dan Timur menjadi lebih rendah. Semen, misalnya, dengan adanya Tol Laut, harga di sini bisa turun sekitar 30%. Meski belum maksimal, insyaAllah ke depan masyarakat bisa memperoleh kebutuhannya dengan harga lebih murah," kata Andi Hamdani, Direktur Komersial dan Pengembangan Bisnis MTI, di lokasi kunjungan, Jumat (25/8).

Dalam dialog dengan pejabat, tokoh masyarakat, dan pelaku usaha setempat, terungkap kondisi riil perdagangan di Ranai khususnya, dan Kepulauan Natuna secara umum.

Masih tingginya harga berbagai barang, termasuk sembako, terjadi karena rantai perdagangan dikuasai sejumlah pedagang tertentu. Mereka inilah yang mendikte harga sehingga memberatkan masyarakat.

"Biaya transportasi darat menjadi mahal karena jarak antara pelabuhan Selat Lampa dan Ranai cukup jauh. Selain itu, rata-rata pengusaha di Natuna punya kapal kargo untuk mengangkut barang milik sendiri maupun pedagang lain. Inilah yang menyebabkan mereka enggan berpaling ke kapal tol laut," ungkap Camat Pulau Tiga Tabrani.

Terkait dengan hal ini, Wisnu mengatakan transportasi darat untuk pengangkutan barang bisa dilakukan Damri yang mendapat subsidi dari pemerintah.

Dia berharap ada connecting model angkutan darat dengan program Tol Laut untuk mendistirbusikan barang kebutuhan sandang, pangan, dan papan, sehingga masyarakat Kepulauan Natuna bisa memperoleh kebutuhannya dengan harga terjangkau.

"Program Tol memiliki tujuan jelas, yaitu bagaimana menurunkan disparitas harga agar tidak memberatkan masyarakat. Alhamdulillah, sejauh ini peran pemerintah pusat dan daerah sudah cukup bagus," kata Kepala Subdit Tramper Direktorat Lalulintas Angkutan Laut WisnuHandoko.

Bantuan Semen

Pada kesempatan itu, MTI membawa 10.000 sak semen. Karena kebutuhan yang tinggi, semen-semen itu habis diserbu pembeli begitu sampai pelabuhan. Masyarakat Ranai yang memang tengah giat membangun datang ke pelabuhan untuk mengambil semen secara langsung.

"Fasilitas gudang penyimpanan bahan bangunan dan makanan di sini dalam keadaan baik. Ini sangat berguna sebagai sentra logistik di daerah sebagaimana yang diprogramkan pemerintah. Melihat tingginya kebutuhan bahan bangunan, ke depan MTI mungkin akan meningkatkan pasokan hingga 20.000 sak semen," kata Sucahyo.

Peran IPC Logistik dalam mendukung Tol Laut adalah dengan menyediakan gudang Rumah Kita yang terletak di pelabuhan Selat Lampa. Gudang ini difungsikan sebagai sebagai sarana penyimpanan muatan kapal Tol Laut yang diangkut ke Rumah Kita milik PT RNI dan selanjutnya didistribusikan ke konsumen.

Ke depan, MTI berencana terjun ke bisnis perdagangan. Lewat rencana tersebut, MTI diharapkan bisa lebih banyak membantu masyarakat Kepulauan Natuna dalam memperoleh kebutuhan dan yang akan melakukan ekspor barang hasil bumi ke luar daerah lain.
(hlz/hlz)


Komentar