Jumat, 20 Oktober 2017 | 02:53 WIB

Kunjungi di social media :
Home / Transportasi / Pelabuhan
Selasa, 05 September 2017 13:45

Kapal Raksasa CMA-CGM Hengkang dari JICT ke NPCT1

Aidikar M. Saidi

JAKARTA - Kapal petikemas raksasa CMA-CGM hengkang dari Jakarta Internasional Container Terminal (JICT) ke New Port Container Terminal I (NPCT1) Pelabuhan Tanjung Priok Jakarta.

"Kapal CMA-CGM kini memilih pelayanan di NPCT1 karena produktivitas bongkar muat sudah mampu di atas 29 boks per jam," ujar Suparjo, Direktur NPCT1 kepada Translogtoday.com, Senin (4/9).

Menurut dia, CMA-CGM tidak mau kembali menggunakan layanan JICT karena sandar di NPCT1 sudah nyaman sesuai dengan kebutuhan kapal raksasa yang dioperasikan oleh pelayaran asal Prancis itu.

Kapal CMA-CGM mulai sandar di dermaga NPCT1 sejak terjadi aksi mogok kerja Serikat Pekerja JICT pada 3 Agustus 2017, karena kapal tersebut dipindahkan pelayanannya ke NPCT1.

NPCT1 semula ditargetkan hanya melayani bongkar muat petikemas 500.000 TEUs per bulan, tetapi setelah masuknya kapal besar ke terminal itu arus petikemas yang dilayani meningkat menjadi lebih dari 800.000 TEUs.

CMA-CGM, perusahaan pelayaran terbesar ketiga dunia, resmi membuka pelayaran langsung (direct call) dari Jakarta ke Los Angeles, Amerika Serikat, dengan rute perdana pada 24 April 2017 di dermaga JICT Pelabuhan Tanjung Priok.

Pelayaran perdana itu dilakukan oleh kapal kontainer CMA-CGM Otello pada 23 April 2017 dan disambut secara resmi oleh PT Pelabuhan Indonesia II (Persero) dan Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi di dermaga JICT.

Acara penyambutan tersebut sekaligus untuk merayakan rute pelayaran langsung perdana dari Indonesia ke AS pada 24 April 2017, setelah selama dua pekan sebelumnya dilakukan uji coba call dengan dua kapal raksasa CMA-CGM Titus dan Tancredi.

Kapal petikemas 8.238 TEUs dikerahkan untuk layanan Java SEA Express (JAX) dan Pendulum Loop I (PEI) yang masing-masing dioperasikan oleh CMA CGM dan APL- dua maskapai pelayaran dari CMA CGM Group.

CMA CGM Otello merupakan satu dari 17 unit kapal petikemas yang menempuh rute laut dari layanan JAX atau PEI mingguan.

Rute ini menjanjikan waktu transit tercepat, yaitu 23 hari dari Jakarta ke LA. Dengan rute pelayaran langsung ini, pelanggan diuntungkan oleh adanya efisiensi yang lebih baik dan biaya yang lebih hemat dari transshipment tersebut.

Pencapaian tonggak bersejarah ini merupakan hasil dari kemitraan yang kuat antara CMA CGM Group dan Pelindo II.

Dengan adanya terminal baru yang dilengkapi dengan crane post-panamax kerja sama tersebut memungkinkan pengiriman dengan menggunakan kapal-kapal besar CMA CGM Group.
(hlz/hlz)


Komentar