Jumat, 20 Oktober 2017 | 02:53 WIB

Kunjungi di social media :
Home / Regulasi / Bea Cukai
Selasa, 05 September 2017 17:43

Tempat Behandle Terminal Kalibaru Terancam Ditutup

Aidikar M. Saidi

JAKARTA - Tempat bahandle (pemeriksaan barang impor jalur merah) di New Port Container Terminal 1 (NPCT1) Kalibaru Pelabuhan Tanjung Priok tidak memenuhi persyaratan sehingga terancam ditutup.

Meskipun tempat itu tidak memenuhi persyaratan, Bea dan Cukai memberikan izin melakukan kegiatan bahandle di terminal tersebut.

Dirjen Bea dan Cukai Heru Prambudi ketika dikonfirmasikan mengenai hal tersebut meminta waktu untuk melakukan penyelidikan terlebih dahulu. "Saya lihat dulu [permasalahannya] ya," ujarnya melalui pesan singkat kepada Translogtoday.com, Selasa (5/9).

Terminal NPCT1 Kalibaru Tanjung Priok kini banyak dikeluhkan oleh perusahaan pemakai jasa atau pemilik barang karena sistemnya belum terintegrasi.

Pemakai jasa harus order dulu untuk bahandle ditambah lagi tempat pembayaran jauh yakni di terminal penumpang.

Padahal kalau bahandle di Graha Segara tidak perlu order karena sudah otomatis bila masuk jalur merah petikemas langsung dipindahkan ke tempat bahandle dan pembayaran dilakukan di lokasi itu.

Namun, yang mengherankan kenapa Bea dan Cukai memberikan izin tempat pelaksanaan bahandle, padahal sistem dan infrastrukturnya belum tersedia. Diketahui ada 14 item persyaratan yang belum dilengkapi untuk tempat bahandle.

Operator yang melakukan kegiatan bahandle di NPCT1 adalah PT IPC Terminal Petikemas, anak perusahaan PT Pelabuhan Indonesia II (Persero).

Heru Satrio, Direktur Operasi dan Teknik PT IPC Terminal Petikemas, mengakui bahwa tempat bahandle tersebut belum memenuhi syarat.

"Kami segera melengkapi fasilitas dan infrastrukturnya dan diharapkan semester pertama 2018 sudah disiapkan semuanya," ujar Heru. Untuk sistemnya, kata dia, sedang dilakukan uji coba oleh Bea Cukai dan Karantina.
(hlz/hlz)


Komentar