Jumat, 15 Desember 2017 | 03:53 WIB

Kunjungi di social media :
Home / Logistik / Inovasi
Jumat, 08 September 2017 09:30

Banten Hebat Diganjar Penghargaan The Most Innovative Branch 2017

Aidikar M. Saidi
(IPC/translogtoday)

PALEMBANG - PT Pelabuhan Indonesia II (Persero) Cabang Pelabuhan Banten diganjar penghargaan The Most Innovative Branch 2017 untuk kategori terminal nonpetikemas dalam ajang Operation Innovation Award 2017 berkat program inovatifnya yang dinamakan Banten Hebat.

Penghargaan itu diserahkan pada acara Operation and Engineering Gathering Pelindo II bertema High Spirit of Innovation Toward A World Class Port, yang digelar di Hotel Aryaduta Palembang pada 7- 9 September 2017.

Prasetyadi Direktur, Operasi dan Sistem Informasi Pelindo II, mengatakan penilaian yang diberikan kepada Banten Hebat berkat kesungguhan dari manajemen Cabang Pelabuhan Banten dalam mempercepat pemberlakuan secara penuh (go-live) layanan Non-Petikemas Terminal Operating System (NPK-TOS).

NPK-TOS adalah sistem informasi berbasis teknologi informasi dalam layanan barang di terminal. Sistem yang diterapkan di Banten Hebat ini menjadi yang pertama di Indonesia. "Banten Hebat menjadi pelabuhan pertama yang akan memberlakukan NPK-TOS di Indonesia," ujar Prasetyadi.

Dia mengaku bangga karena salah satu cabang bisa menerapkan NPK-TOS mengingat sistem informasi ini tidaklah mudah untuk diterapkan. Sistem in melengkapi semua sistem informasi berbasis IT lainnya yang sudah terlebih dahulu diterapkan, seperti I-TOS, CARTOS dan OPUS.

Bagi Banten Hebat, lanjut Prasetyadi, hal itu merupakan suatu prestasi tersendiri karena apa yang sedang dilakukan Pelabuhan Banten itu akhirnya mendapatkan apresiasi dari manajemen Pelindo II.

Armen Amir, General Manager Pelindo II Cabang Pelabuhan Banten, menambahkan pihaknya sedang bekerja keras melakukan penataan total di Pelabuhan Banten.

Sebelumnya produktivitas pelabuhan itu rendah, beberapa fasilitas rusak berat, pangsa pasar bongkar muat yang dikerjakan Unit Usaha Terminal (Uster) rendah, lapangan tidak steril, dan sistem informasi belum terpasang.

Dalam kurun waktu 6 bulan, ungkap Armen, kondisi Pelabuhan Banten sudah lebih baik. Beberapa fasilitas yang rusak berat sudah diperbaiki, produktivitas melonjak, pangsa pasar bongkar muat Uster meningkat, dan terminal sudah steril.

Selain itu, sistem informasi berbasis IT (NPK-TOS) hampir selesai pemasangannya dan diharapkan pada 16 September 2017 akan go-live. NPK-TOS di Banten Hebat juga sebentar lagi akan diberlakukan Vessel Manajemen System (VMS) yang terintegrasi dengan Inaportnet.

Sesuai dengan hasil koordinasi dengan Kementerian Perhubungan dan KSOP Banten, layanan itu siap go-live pada 10 Oktober 2017 sehingga Banten Hebat akan menjadi Digital Port di Indonesia.
(hlz/hlz)


Komentar