Sabtu, 21 April 2018 | 16:31 WIB

Kunjungi di social media :
Home / Transportasi / Bandara
Selasa, 12 September 2017 14:07

AP II Dirikan Pusat Kendali Operasi Bandara Soekarno-Hatta

Translog Today
(AP II)

JAKARTA - PT Angkasa Pura II (Persero) mendirikan Pusat Kendali Operasi atau Airport Operation Control Center (AOCC) di Bandara International Soekarno-Hatta Cengkareng untuk menjadikannya sebagai smart connected airport.

Direktur Utama AP II Muhammad Awaluddin mengatakan pendirian AOCC mendesak seiring dengan pertumbuhan industri penerbangan yang cukup signifikan setiap tahunnya dan dinamika operasional yang semakin beragam.

"AOCC akan mengintegrasikan pengelolaan sumber daya di bandara agar beroperasi secara efektif dan efisien dalam mendukung keselamatan, keamanan, pemenuhan regulasi, dan pelayanan. Oleh karena itu AOCC melibatkan seluruh stakeholder," katanya pada peresmian pendirian AOCC di Gedung 631 Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Senin (11/9).

Dia menjelaskan, AOCC berfungsi sebagai command center untuk mengawasi operasional di sisi udara dan sisi darat, serta mencakup seluruh aktivitas kedatangan dan keberangkatan di bandara.

Pusat Koordinasi Bandara

AOCC juga menjadi pusat koordinasi seluruh stakeholder bandara, seperti maskapai, imigrasi, bea dan cukai, karantina, otoritas bandara, tenant, kepolisian, transportasi antarmoda, operator kargo, dan sebagainya.

Kolaborasi stakeholder ini sesuai dengan konsep dalam industri bandara dikenal dengan Airport Collaboration Decision Making atau A-CDM. AOCC membutuhkan integrasi dari sistem yang dimiliki masing-masing stakeholder bandara agar dapat berjalan secara maksimal.

Sistem ini akan memantau seluruh aktivitas di bandara secara real time sehingga seluruh aspek diharapkan berjalan lancar sesuai regulasi dan tepat waktu. Tujuannya, pelayanan kepada maskapai dan penumpang pesawat menjadi lebih baik.

AOCC dilengkapi sejumlah modul seperti Airport Operation Database (AODB), Airport Management System (AMS), Resources Management System (RMS), Network Management System (NMS), Airport Security System (ASS), dan Facility Engineering Management System (FEMS).

AODB berfungsi menyimpan data operasi kebandarudaraan, sementara AMS dan RMS berfungsi memonitor dan mengendalikan operasional bandara beserta pengaturan penggunaan resources semisal parking stands, boarding lounge, dan check-in counter.

Adapun, NMS menampilkan kinerja jaringan dan perangkat teknologi informasi dalam mengelola serta mendistribusikan data operasi ke sejumlah stakeholder, dan FEMS berfungsi untuk memonitor, mengendalikan dan mengelola kehandalan fasilitas-fasilitas utama bandara.

Selain modul-modul itu, fasilitas di AOCC termasuk CCTV room, Emergency Situation Room, Meeting Room, dan Airport People Movers System Control Room.
(hlz/hlz)


Komentar