Selasa, 16 Oktober 2018 | 08:52 WIB

Kunjungi di social media :
Home / Transportasi / Pelabuhan
Sabtu, 16 September 2017 23:09

Roy Rayadi Usung 3 Program Prioritas Aptesindo

Translog Today
(translogtoday)

JAKARTA -

Asosiasi Pengusaha Tempat Penimbunan Sementara Peti Kemas Indonesia (Aptesindo) memprioritaskan tiga agenda untuk mendukung program pemerintah membangun sistem logistik nasional yang efektif dan efisien.

Hal itu disampaikan Muhamad Roy Rayadi seusai ditetapkan sebagai Ketua Umum Aptesindo periode 2014-2019 melalui Rapat Kerja Nasional asosiasi itu di Bandung, Jawa Barat, Jumat (15/9).

Direktur Eksekutif Tempat Pemeriksaan Fisik Terpadu (TPFT) PT Graha Segara itu akan meneruskan kepemimpinan Reza Darmawan yang mengundurkan diri sebelum masa jabatannya berakhir. Roy akan melanjutkan kepemimpinan Aptesindo yang tinggal 1,5 tahun lagi sesuai AD/ART sebelum dilaksanakan Musyawarah Nasional (Munas) asosiasi itu.

Roy mengungkapkan, tiga agenda prioritas Aptesindo dalam jangka pendek itu yakni pertama, meningkatkan soliditas seluruh anggota perusahaan pengelola tempat penimbunan sementara (TPS) peti kemas di seluruh pelabuhan Indonesia, termasuk di Tanjung Priok Jakarta.

Kedua, mendorong hubungan kemitraan yang harmonis sesama stakeholders, maupun asosiasi pemilik barang dan pengguna jasa di pelabuhan serta pengelola terminal peti kemas di lingkungan kerja PT Pelabuhan Indonesia I,II,III, dan IV yang mengantongi izin pengelolaan TPS dari Bea dan Cukai.

Ketiga, mengajak semua pengelola TPS di wilayah pabean pelabuhan Indonesia untuk bergabung menjadi anggota Aptesindo guna mewujudkan program pemerintah terkait kelancaran arus barang dari dan ke pelabuhan serta menekan ongkos logistik.

Dia mengatakan izin perusahaan TPS selama ini diterbitkan oleh Kementerian Keuangan cq Ditjen Bea dan Cukai, yang mana TPS sebagai buffer area terhadap barang/peti kemas yang masih memiliki kewajiban kepabeananya kepada negara atau belum clearance.

Mekipun perizinan TPS itu seluruhnya sama, tutur Roy, tetapi dalam operasional peruntukanya pemegang izin TPS itu ada yang melakukan kegiatan penanganan relokasi dan penumpukan barang impor yang belum clearance pabean, pemeriksaaan fisik peti kemas (behandle) maupun layanan kargo berstatus less than container load," paparnya.

Dalam menjalankan kepengurusan organisasi, Roy Rayadi didampingi dua Wakil Ketua Umum, yakni Direktur PT Transporindo Lima Perkasa (TLP) Ari Awaludin Harahap dan Direktur Utama PT Air & Marine Supply (Airin) Rudolf Valentino.

Rakernas Aptesindo diikuti 12 perusahaan pengelola dan penyedia fasilitas tempat penimbunan sementara peti kemas di pelabuhan Priok, antara lain Airin, TLP, PT Agung Raya Warehouse, dan PT Multi Terminal Indonesia (MTI).

Selain itu, PT Dharma Kartika Bhakti, PT Lautan Tirta Transportama, PT Berdikari Logistik, PT Graha Segara, PT Primanata Jasa Persada, PT Wira Mitra Prima, PT Pesaka Loka Kirana, dan PT Koja Teramarine. (hlz/hlz)


Komentar