Jumat, 20 Oktober 2017 | 02:52 WIB

Kunjungi di social media :
Home / Regulasi / Maritim
Sabtu, 23 September 2017 11:29

Hari Maritim Nasional: Momentum Jadikan Indonesia Mercusuar Dunia

Translog Today

JAKARTA - Hari Maritim Nasional yang jatuh pada 23 September harus dijadikan momentum untuk menjadikan Indonesia sebagai mercusuar yang menerangi dunia. Oleh karena itu, bangsa Indonesia harus kembali melihat laut sebagai potensi besar meraih kesejahteraan.

"Bertahun-tahun kita suka lupa, padahal Indonesia ini terdiri dari lebih 75% laut. Sudah berpuluh-puluh tahun kita membelakangi laut," ujar Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan dalam keterangan tertulis, Jumat (22/9).

Dia menegaskan, potensi besar itu ingin dikembangkan lebih luas oleh pemerintah saat ini melalui berbagai perubahan. "Kita sudah banyak sekali melakukan perubahan, membuat kebijakan-kebijakan agar laut ini menjadi produktif, untuk menjadi lahan untuk kekayaan kehidupan seluruh rakyat Indonesia," ungkapnya..

Kebijakan itu antara lain mengenai tol laut yakni jalur pelayaran bebas hambatan yang menghubungkan pelabuhan-pelabuhan di seluruh Indonesia.

"Kita lihat kebijakan tol laut Presiden Joko Widodo sudah mulai membuahkan hasil. Misalnya, harga (barang) di Indonesia timur sekarang sudah bisa terkoreksi 15%-20%," kata Luhut.

Selain tol laut, lanjut Menko Kemaritiman, pemerintah telah membangun lebih dari 30 pusat logistik di daerah-daerah terpencil guna mengurangi disparitas harga. Capaian pemerintah di sektor kemaritiman yang lain, seperti pemberantasan penangkapan ikan ilegal.

"Sudah tentu masih ada lanjutannya bagaimana supaya kita bisa menangkap ikan lebih banyak dan bisa diproses lebih banyak," ujar Luhut.

Dia mengakui, masih banyak pekerjaan pemerintah untuk mensejahterakan belasan juta penduduk yang menggantungkan hidupnya dari sektor kelautan.

Tidak hanya itu, tutur Luhut, perkembangan di sektor energi sekarang juga sudah lebih baik, terutama terkait dengan kesepakatan dengan PT Freeport Indonesia. "Freeport sudah bisa kembali ke tangan Indonesia," ujarnya.

Adapun terkait proyek pembangkit listrik 35.000 MW, menurut Menko, pada 2019 ditargetkan terbangun 23.000-25.000 MW dan sisanya segera menyusul.

Dia optimisits, apabila dikembangkan dengan serius, laut Indonesia akan menambah penerimaan negara. Salah satunya caranya adalah dengan pengembangan pariwisata.

"Laut ini kontribusinya kepada APBN terus bertambah karena pariwisatanya akan menempati penerimaan negara paling besar pada 2019, kira-kira US$25 miliar dengan jumlah turis lebih dari 21 juta orang," ungkapnya.

Luhut meminta masyarakat ikut memberikan masukan konstruktif bagi program yang sedang dijalankan oleh pemerintah demi mendukung sektor kelautan.

"Mari kita bahu-membahu menjadikan Indonesia, negara kepulauan terbesar dunia ini, satu mercusuar yang akan menerangi banyak orang dan membuat rakyatnya sejahtera," tukasnya. (hlz/hlz)


Komentar