Kamis, 26 April 2018 | 06:59 WIB

Kunjungi di social media :
Home / Transportasi / Angkutan Darat
Selasa, 26 September 2017 07:54

Presiden Jokowi: Jalan Tol Trans Jawa Siap Beroperasi 2019

Translog Today
Presiden Jokowi meresmikan jalan tol Bawen-Salatiga (setkab)

SALATIGA - Jalan tol Trans Jawa, yang terbentang dari ujung barat Banten hingga Banyuwangi, Jawa Timur, ditargetkan rampung akhir 2018 dan diharapkan bisa beroperasi mulai 2019.

Presiden Joko Widodo mengungkapkan, dia sudah meminta penegasan dari Menteri BUMN Rini Soemarno dan Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengenai kepastian target tersebut.

"Yang janji bukan saya, tapi dua menteri itu. Nagihnya ke saya bisa, tapi nanti saya nagih ke Menteri PUPR, Menteri BUMN, kapan? Saya kejar-kejar terus setiap hari," ucap Presiden saat memberikan sambutan peresmian Jalan Tol Bawen-Salatiga, Jawa Tengah, Senin (25/9).

Jokowi rupanya ‘geregetan' melihat banyaknya proyek jalan tol mangkrak selama ini. Tiga tahun lalu, dia sudah menanyakan kepada Menteri PUPR mengenai panjang keseluruhan jalan tol di Tanah Air yang hanya 780 km.

"Kenapa hanya 780 km? Saya lihat. Berhenti, berhenti, berhenti semuanya yang banyak karena masalah pembebasan lahan," ungkap Presiden.

Padahal, lanjut Presiden, Indonesia sudah mampu membangun jalan tol Jagorawi pada 1977 dan banyak negara belajar dari proyek itu. Sekarang, negara-negara di sekitar sudah punya ribuan kilometer jalan tol, sedangkan Indonesia masih 780 km.

Menurut Presiden, Indonesia harus mampu mengejar ketertinggalan tersebut dan belajar dari negara lain, seperti China yang mampu membangun 4.000-5.000 km per tahun.

Tambah 1.800 km

Jokowi mengaku sudah menemukan kunci untuk mengejar ketertinggalan itu. Dia bahkan optimistis Indonesia bisa menambah panjang jalan tol sekitar 1.800 km hingga 2019.

"Kuncinya sudah ketemu. Soal konstruksi, Indonesia dengan negara lain juga enggak kalah. Asal tanahnya sudah bebas. Yang namanya konstruksi, mau minta berapa kilo sama saja, pengerjaan itu sama saja. Yang namanya ngecor ya ngecor, yang ngaspal juga ngaspal. Cepet-cepetan juga bisa," tantang Presiden.

Kunci percepatan itu, menurut Presiden, yakni mengerjakannya secara bersama-sama, baik pemerintah daerah, pemerintah pusat, BUMN, maupun swasta.

Presiden meyakini realisasi semua proyek jalan tol pasti akan cepat jika semua bekerja sama, sehingga pembiayaannya cepat, konstruksinya cepat, dan pembebasan lahan juga akan cepat.

"Jangan kalah dengan negara-negara lain, kalau tetangga kita bisa, kita juga lebih dari bisa harusnya. Kita ini negara besar," tegas Jokowi. (tandaseru.id) (hlz/hlz)


Komentar