Sabtu, 21 Juli 2018 | 22:42 WIB

Kunjungi di social media :
Home / Transportasi / Bandara
Rabu, 27 September 2017 10:35

Bandara Kertajati Bakal Jadi Pusat Logistik Jabar dan Jateng

Ire Djafar
Bandara Internasional Jawa Barat (Kertajati)

MAJALENGKA - Bandara Kertajati di Majalengka diproyeksikan menjadi pusat layanan logistik untuk Jawa Barat dan Jawa Tengah. Untuk mewujudkannya, pemerintah mendorong penyelesaian pembangunan jalan tol ke bandara itu.

"Kita akan mendorong pembangunan jalan tol Cisumdawu dan koneksinya ke jalan tol Cipali yang menjadi akses penopang menuju bandara ini. Kalau semua mau, tahun depan bisa selesai. Soal anggaran sudah tidak ada masalah," kata Menko Kemaritiman Luhut B Panjaitan, Selasa (26/9).

Meskipun masih ada sejumlah hambatan, lanjut Luhut, tetapi koordinasi terus dilakukan untuk memperlancar pembangunan Bandara Kertajati atau Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) itu.

"Kami meihat masih ada beberapa isu yang harus diselesaikan, misalnya lahan. Walaupun Bupati (Majalengka) sudah bilang tidak ada masalah, kelihatannya masih ada sedikit hambatan. Tapi saya sudah minta supaya segera selesai," ujar Luhut.

Embarkasi Haji

Selain itu, kata Luhut, Bandara Kertajati diharapkan siap menjadi bandara pemberangkatan atau embarkasi mulai musim haji tahun depan.

"Sesuai jadwal, pada 28 Juli 2018 jemaah haji Kloter I dari Jawa Barat sudah bisa diberangkatkan dari bandara ini," ungkapnya.

Luhut juga berharap landasan pacunya sudah bisa diperpanjang hingga 3,500 meter pada akhir 2018 sehingga pesawat-pesawat berbadan besar bisa masuk ke Bandara Kertajati.

Hingga 17 September lalu, pengerjaan proyek ini sudah mencapai 60,8%, sementara pembangunan terminal penumpang telah 43% dan bangunan penunjang operasioanl bandara mencapai 89%.

Menurut Direktur Utama PT BIJB Virda Dimas Ekaputra, Bandara Kertajati diharapkan bisa menampung 6 juta-12 juta penumpang per tahun pada tahap awal operasi yaitu 2018-2024.

Pada tahap akhir yakni 2030, bandara tersebut direncanakan bisa menampung penumpang sebanyak 29 juta orang per tahun.

BIJB berlokasi di Kecamatan Kertajati, Kabupaten Majalengka, di atas lahan seluas 1,800 hektare. Bandara ini digagas sejak 2003, tetapi pembangunannya baru intensif dikerjakan sejak dua tahun lalu.

BIJB akan menjadi bandara terbesar kedua setelah Bandara Soekarno-Hatta di Jakarta. Proyek ini menggunakan skema kerja sama pemerintah-swasta (public private partnership), yang pertama kali digunakan dalam pembangunan bandara di Indonesia.

Sejauh ini Bandara Kertajati sudah mendapatkan pendanaan dari sindikasi bank syariah sebesar Rp906 miliar, peluncuran reksa dana penyertaan terbatas (RDPT), serta PT Angkasa Pura II (Persero) sebagai calon operator dan investor pembangunan bandara ini. (hlz/hlz)


Komentar