Sabtu, 16 Desember 2017 | 12:11 WIB

Kunjungi di social media :
Home / Transportasi / Penerbangan
Kamis, 28 September 2017 12:53

10 Bandara Disiagakan Tampung Pesawat dari Ngurah Rai

Translog Today
Menhub Budi Karya meninjau pengungsi Gunung Agung. (Kemenhub)

KLUNGKUNG, Bali - Sepuluh bandara disiagakan guna menampung pengalihan penerbangan dari dan ke Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Denpasar, seiring dengan meningkatnya aktivitas vulkanik Gunung Agung.

Bandara terdekat itu berlokasi di Praya (NTB), Balikpapan (Kalimantan Timur) , Ujung Pandang (Sulawesi Selatan), Surabaya (Jawa Timur), Soekarno-Hatta Jakarta, Banyuwangi (Jawa Timur) dan beberapa bandara lainnya.

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengungkapkan, pihaknya telah menyiapkan rencana darurat seandainya Bandara Ngurah Rai benar-benar kolaps dan tidak bisa berfungsi akibat erupsi Gunung Agung.

"Kami menyiapkan berbagai alternatif terbaik untuk (penerbangan) Bali," katanya saat meninjau pengungsi di Gelanggang Olahraga (GOR) Sweca Pura, Kabupaten Klungkung, Kamis (28/9).

Menurut Budi Karya, untuk penerbangan internasional dipastikan akan dialihkan ke bandara internasional di Lombok.

Jumlah penumpang di Bandara Ngurah Rai mencapai 5.000 orang per hari akan dialihkan penerbangannya. Dari jumlah itu. sekitar 3.000 penumpang domestik asal Bali akan dikembalikan ke bandara asal masing-masing.

Sisanya, sekitar 2.000 orang, baik penerbangan internasional maupun domestik nusantara, akan dialihkan melalui jalur darat dan laut dengan alternatif yang tersedia.

Bandara Ngurah Rai, kata Menhub, telah menyiagakan 100 bus guna mengantisipasi kebutuhan transportasi ke bandara terdekat, selain untuk melayani penumpang domestik asal Bali.

"Kami meyakinkan dunia internasional bahwa Indonesia siap mengantisipasi keadaan terburuk jika Gunung Agung benar-benar meletus," ujar Budi Karya.

Bantu Pengungsi

Saat meninjau pengungsi di Klungkung, Menhub menyalurkan bantuan 15 ton beras, serta paket perlengkapan bayi, selimut dan makanan tambahan, 1 tangki air bersih serta 3 unit truk guna memobilisasi bantuan bagi pengungsi.

Sebelumnya, Menhub menyerahkan bantuan 20 ton beras pada pembukaan acara Transport Minister Meeting 26 September 2017 di Nusa Dua, Bali.

Bantuan 35 ton beras itu, berasal dari sumbangan Garuda Indonesia (3 ton), PT Angkasa Pura I (3 ton), PT Angkasa Pura II (3 ton), Perum LPPNPI/Airnav Indonesia (3 ton), PT Pelindo I (3 ton), PT Pelindo II (10 ton), dan PT Pelindo III (10 ton).

Adapun paket perlengkapan bayi, selimut dan makanan tambahan berasal dari sumbangan PT ASDP Indonesia Ferry serta 1 tangki air bersih dan 3 unit truk dari Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia (ALFI).


(hlz/hlz)


Komentar