Jumat, 20 Oktober 2017 | 02:41 WIB

Kunjungi di social media :
Home / Transportasi / Pelabuhan
Selasa, 10 Oktober 2017 17:16

Antrean Kapal di Pelabuhan Makassar Makin Parah

Aidikar M. Saidi
Monitor antrean kapal di Pelabuhan Makassar (translogtoday)

JAKARTA - Kondisi di Pelabuhan Makassar semakin parah. Sedikitnya 19 kapal petikemas reguler yang mengangkut kebutuhan pokok terpaksa harus antre menunggu pelayanan sandar untuk bongkar muat.

Berdasarkan laporan dari perusahaan pelayaran operator kapal di Jakarta dan Surabaya, kapal-kapal antre tersebut sebagian besar mengangkut petikemas berisi kebutuhan pokok.

Ke-19 kapal petikemas itu yakni Tanto Berkat, Tanto Harmoni, Tanto Senang, Bony Star, Meratus Mamiri, Bali Kuta, SITC Surabaya, Marina star, Segara Mas, Spring Mas, Luzon, Sendang Mas, Spil Nirmala, Meratus Mariangau, Meratus Ambon, Akasia, Meratus Malino, Tanto Siap, dan Tanto Terang.

General Manager TPK Makassar Yosef Beni Rohi, ketika dikonfirmasi mengenai laporan tersebut, mengatakan posisi kapal hingga pukul 17.00 WITA, Selasa (10/10), yakni kapal Luzon dan Star 1 menunggu tambatan menggantikan SICT Surabaya dan Sindang Mas.

Apabila ada laporan demikian, dia meminta dipastikan dulu apakah sudah ada floating dari Otoritas Pelabuhan untuk penyandaran kapal. "Kapal itu masih penyampaian sementara dan belum ada penetapan dari Otoritas Pelabuhan." tuturnya.

Namun kalangan perusahaan pelayaran menyebutkan gambar antrean kapal itu dibuat dan sudah di-floating oleh Otoritas Pelabuhan Makassar. "Setiap hari ada di monitor kantor Otoritas Pelabuhan Makassar," ujar seorang direksi perusahaan pelayaran yang keberatan disebutkan jatidirinya.

Jaminan Pelindo IV

Direktur Komersial PT Pelabuhan Indonesia IV (Persero) Farid Padang menyarankan sebaiknya dicek kembali ke TPK Makassar sebab pekan lalu sudah diperintahkan agar ada jaminan kesiapan alat minimal 90%. "Bahkan setelah mendapat laporan antrean kapal itu, saya perintahkan agar melihat layar monitor," ujarnya.

Dia mengatakan Pelindo IV sebagai BUP (Badan Usaha Pelabuhan) tidak mungkin berbohong. "Jadi diharapkan setelah berthing windows system akan ada kepastian pelayanan di Pelabuhan Makassar," kata Farid.

Pelabuhan Makassar yang dikelola Pelindo IV kesulitan melayani kapal petikemas untuk bongkar muat sejak pekan lalu. Pelabuhan Pelabuhan tersibuk di Indonesia timur ini tidak mampu lagi melayani kapal petikemas akibat fasilitas dermaga terbatas dan alat sering rusak.

Pekan lalu, sedikitnya 16 kapal petikemas antarpulau terpaksa antre menunggu pelayanan sandar di TPK Makassar. Terminal itu memiliki tujuh unit container crane dengan panjang dermaga 850 meter berkapasitas sandar rata-rata empat kapal. (hlz/hlz)


Komentar