Sabtu, 16 Desember 2017 | 12:23 WIB

Kunjungi di social media :
Home / Transportasi / Galangan Kapal
Kamis, 12 Oktober 2017 17:52

Order Kapal Baru dari Pemerintah dan BUMN Diharapkan Berlanjut

Translog Today
galangan nasional (Translogtoday)

JAKARTA - Investasi di sektor galangan kapal di Indonesia dikhawatirkan akan sia-sia jika tidak ada order pembangunan kapal baru, terutama dari lembaga Pemerintah dan BUMN.

Hingga saat ini, industri galangan masih bergantung kepada order kapal dari Pemerintah mengingat pesanan pembangunan kapal baru yang diharapkan datang dari swasta belum bertumbuh.

Padahal selama dua tahun terakhir, order kapal dari Pemerintah mengalami penurunan secara signifikan setelah pada 2015 ratusan kapal dibangun pemerintah dalam rangka mendukung program Tol Laut.

Ketua bidang Industri Penunjang Ikatan Perusahaan Industri Kapal dan Sarana Lepas Pantai Indonesia (Indonesia) Budhiarto Sulaiman mengatakan tingginya order kapal dari Pemerintah telah meningkatkan investasi di sektor galangan.

Investasi tersebut baik dalam bentuk peningkatan fasilitas utama galangan maupun peralatan penunjangnya. "Oleh karena itu, pengadaan kapal kontinue supaya investasi galangan dapat dilanjutkan pemanfaatannya," katanya.

Saat ini, industri galangan di Indonesia mulai khawatir dengan menurunnya order kapal baru. Hal ini sangat dirasakan oleh galangan swasta yang beroperasi di Batam, Kepulauan Riau.

Berdasarkan rilis Asosiasi perusahaan shipyard Batam atau Batam Shipyard Offshore Association (BSOA), tercatat sedikitnya 20 galangan kapal yang tutup karena sepinya pesanan kapal baru.

Galangan tersebut memperkerjakan lebih dari 200.000 tenaga kerja yang sebagian besarnya dari Indonesia.

Sementara saat ini, sekitar 30 perusahaan galangan lainnya mencoba bertahan dengan menyelesaikan pesanan kapal pada tahun-tahun lalu dan sebagian lagi mengerjakan proyek perbaikan kapal (hlz/hlz)


Komentar