Rabu, 24 Januari 2018 | 02:47 WIB

Kunjungi di social media :
Home / Transportasi / Galangan Kapal
Selasa, 17 Oktober 2017 12:49

Fujitrans Corp Didorong Realisasikan Kawasan Industri Maritim Tanggamus

Translog Today
Menperin bersama President Fujitrans Corp Tatsuo Keii. (Kemenperin)

TOKYO - Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto mendorong Fujitrans Corporation Jepang segera merealisasikan Kawasan Industri Maritim (KIM) terintegrasi di Tanggamus, Teluk Semangka, Lampung.

Hal itu disampaikan Menperin saat bertemu dengan President Fujitrans Corporation Tatsuo Keii beserta jajaran direksi perusahaan itu di Tokyo, Jepang, Senin (16/10) malam.

"Pemerintah tengah mendorong percepatan pembangunan KIM Tanggamus. Kami berharap Fujitrans segera merealisasikan penanaman modalnya itu," kata Airlangga, Selasa (17/10).

Fujitrans merupakan salah satu investor di KIM Tanggamus, yakni Repindo International Maritime Industrial Park. Perusahaan itu berencana membangun industri galangan kapal, kawasan recycle kapal, industri terkait kapal lainnya, serta perusahaan logistik di KIM Tanggamus,

Kawasan dengan luas lahan sekitar 3.500 hektare itu digadang-gadang akan menjadi tempat produksi kapal terbesar di Asia Tenggara.

Kapal Ro-ro

Menurut Menperin, Fujitrans memberikan masukan mengenai sistem logistik yang lebih efisien dengan penggunaan kapal roro (roll-on roll-off). Angkutan laut ini dapat dimanfaatkan industri di Indonesia untuk mendistribusikan produknya tanpa banyak memakan waktu.

Pasalnya, kapal jenis itu tidak hanya dapat mengangkut kontainer muatan barang, tetapi sekaligus truk kontainernya.

"Kalau sistem konvensional kan pakai kontainer dari pabrik ke pelabuhan, dan itu harus dua hari menunggu untuk bongkar muatnya.Dengan sistem ini, truk kontainer dimasukkan ke kapal, sehingga point to point, tidak perlu lagi loading dan unloading. Di Indonesia sekarang sudah mulai, pelabuhannya tidak perlu pakai crane," jelas Airlangga.

Menperin juga mendorong percepatan pembangunan Pelabuhan Patimban di Subang, Jawa Barat. Proyek strategis ini diyakini mampu menurunkan biaya dan mempermudah akses logistik bagi industri manufaktur, terutama yang berlokasi di kawasan industri Jawa Barat.

"Kami mengapresiasi kerja sama antara Indonesia dan Jepang dalam pembanguan Pelabuhan Patimban. Industri akan berkembang kalau proyek itu segera diselesaikan, apalagi akan ada pelabuhan khusus otomotif," ujarnya. (hlz/hlz)


Komentar