Sabtu, 21 Juli 2018 | 22:30 WIB

Kunjungi di social media :
Home / Transportasi / Galangan Kapal
Rabu, 18 Oktober 2017 09:22

Tiga Tahun Jokowi-Jk: Galangan Kapal Gamang Hadapi Tahun Keempat

Translog Today
Budhiarto Sulaiman (Kanan) dan Yance Gunawan (Kiri) (translogtoday)

JAKARTA - Industri galangan memuji Pemerintahan Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla yang selama tiga tahun terakhir telah menggairahkan industri kemaritiman nasional, terutama industri galangan kapal di dalam negeri.

Selama tiga tahun tersebut, Pemerintahan Jokowi-Jk telah memesan ratusan kapal pada galangan kapal di dalam negeri dalam rangka merealisasikan program Tol Laut guna mewujudkan Indonesia sebagai Poros Maritim Dunia.

"Selama tiga tahun ini, program Pemerintah di bidang kemaritiman sudah tepat," kata Ketua bidang Industri Penunjang Ikatan Perusahaan Industri Kapal dan Sarana Lepas Pantai Indonesia (Indonesia) Budhiarto Sulaiman.

Dalam tiga tahun terakhir ini, Pemerintah menganggarkan triliun rupiah untuk membangun berbagai jenis kapal, baik kapal penunjang transportasi laut, kapal penunjang alutsista maupun kapal-kapal untuk nelayan.

Sebagai contoh, tidak kurang dari 100 unit kapal baru dibangun Pemerintah c.q Kementerian Pehubungan di galangan kapal nasional antara lain 25 unit kapal coaster 2000 gross tonnage, 20 unit kapal coaster 1.200 gross tonnage, lima unit kapal coaster 750 dead weight tonnage, 15 unit kapal kontainer 100 TEUs, 20 unit kapal Rede, dan enam unit kapal ternak.

Order pembangunan kapal untuk penunjang alat utama sistem pertahanan (Alutsista) di galangan dalam negeri juga tidak sedikit, dan yang paling fenomenal adalah pembangunan kapal selam.

Bisa dikatakan, selama tiga tahun ini, industri galangan kebanjian order pembangunan kapal baru dari Pemerintah. Dengan order yang melimpah, industri galangan mulai bergerak untuk berinvestasi segala fasilitas utama galangan dan peralatan penunjangnya.

"Sangat baik dalam kurun waktu tiga tahun ini,semua galangan sibuk bekerja memproduksi kapal-kapal yang dipesan oleh Pemerintah dalam rangka merealisasikan program andalan Pemerintah yakni Tol Laut," katanya.

Akan tetapi, setelah tahun ketiga berjalan, industri galangan mulai bimbang karena order kapal tidak terlihat jelas perkembangannya. "Tetapi tahun depan (2018-red), bagaimana nasib kita, tidak ada yang tahu," ujar Budiarto.

Dia menjelaskan Pemerintah saat ini sudah beralih kepada program peningkatan infrastruktur sehingga pembangunan infrastruktur lebih diperbesar dimana-mana, sementara kapal belum dianggap sebagai infrastruktur. "Konsentrasi Pemerintah sudah ke hal yang lain," ujarnya. (aji/hlz)


Komentar