Kamis, 23 November 2017 | 16:04 WIB

Kunjungi di social media :
Home / Transportasi / Pelayaran
Kamis, 19 Oktober 2017 12:09

Gapasdap Minta Jumlah Armada di Merak-Bakauheni Tidak Ditambah

Translog Today
Kapal Roro 5000 GT di Lintas Penyeberangan Merak-Bakauheni (repro)

Gabungan Pengusaha Angkutan Sungai, Danau dan Penyeberangan (Gapasdap) meminta Pemerintah tidak menambah  armada lagi di lintas penyeberangan Merak-Bakauheni yang menghubungkan Jawa dan Sumatra.

Sekretaris Jenderal Gabungan Pengusaha Angkutan Sungai, Danau dan Penyeberangan (Gapasdap) Aminuddin Rifai mengatakan penambahan  armada di lintas penyeberangan Merak-Bakauheni sudah tidak diperlukan lagi karena jumlah armada sudah melebihi kebutuhan.

Saat ini, dengan jumlah armada mencapai 63 unit kapal, kinerja operasional kapal menjadi tidak produktif. "Kapal tidak bisa beroperasi secara produktif, bahkan dalam satu bulan hanya beroperasi 12 hari dan 18 hari off," katanya kepada www.translogtoday.com.

Lebih parahnya lagi, katanya, dalam sehari, sulit bagi kapal untuk mencapai operasional hingga lima trip karena sangat tergantung kepada ketersediaan dermaga. "Dalam satu hari, bisa tiga trip saja sudah bagus," ujarnya.

Menurut dia, yang perlu segera diselesaikan adalah pembangunan dan perbaikan dermaga-dermaga supaya sebagian besar kapal dapat beroperasi sehingga menjadi produktif. "Dermaga yang harus dikejarkan, bukan armada," tegasnya.

Tidak hanya di Merak-Bakauheni, Aminuddin juga meminta izin penambahan armada di lintas penyeberangan komersial sudah harus di-moratorium untuk menyelamatkan usaha angkutan penyeberangan swasta di Indonesia.

Sebab, kondisi kapal saat ini hampir semua lintas penyeberangan, khususnya lintas komersial sudah oversupply. "Kita sudah terlalu kelebihan kapal, sementara izin tidak pernah dikurangi, bahkan ditambah terus," katanya.

Saat ini, PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) yang bersinerji dengan PT PP (Persero) Tbk, dan PT Patra Jasa sedang membangun dermaga eksekutif dengan fasilitas terminal, hotel, taman, musholla, komersial area dan lounge.

Melalui proyek sinergi ini, diharapkan dapat memberikan akses terbaik bagi masyarakat dan wisatawan lokal dan asing yang ingin menyeberang dari dan ke pulau Jawa dan Sumatera.

Dengan nilai investasi sekitar Rp 500 miliar, ditargetkan dermaga eksekutif ini dapat beroperasi tahun 2018, sekaligus mendukung perhelatan Asian Games yang akan digelar di Jakarta dan Palembang. (aji/hlz)


Komentar