Senin, 24 September 2018 | 11:02 WIB

Kunjungi di social media :
Home / Transportasi / Galangan Kapal
Jumat, 20 Oktober 2017 13:54

Tiga Tahun Jokowi-Jk: Program Kemaritiman harus Direncanakan secara Matang

Translog Today
galangan kapal nasional (bumn.go.id)

JAKARTA - Pelaku usaha galangan di Indonesia mengajak Pemerintah untuk lebih mempersiapkan program kemaritiman, khususnya di bidang pembangunan kapal baru dengan perencanaan yang lebih matang dan baik.

Hal ini menyikapi kondisi bakal sepinya order kapal pada 2018 setelah selama tiga tahun terakhir, hampir seluruh kebutuhan kapal yang diadakan melalui lembaga Pemerintah , khususnya Kementerian Perhubungan terpenuhi.

Ketua Bidang Hubungan dan Kerja Sama Luar Negeri dan Advokasi Muhammad Azis mengatakan program kemaritiman sudah seharusnya lebih diperbesar karena memang Indonesia adalah negara maritim.

Tetapi, katanya, program tersebut harus lebih direncanakan dengan baik supaya tepat guna dan tepat sasaran serta setiap kapal yang dihasilkan terbukti membawa kemanfaatkan yang besar bagi masyarakat.

"Tujuan besar dari program kemaritiman saat ini sudah bagus dan kita mendukungnya. Akan tetapi, ke depan harus lebih direncanakan agar hasilnya lebih produktif bagi sektor ekonomi," katanya.

"Perlu dilakukan perencanaan yang lebih matang, lebih baik dan setiap pengajuan anggaran untuk pembangunan kapal baru, dapat menghasilkan produk kapal yang benar-benar dibutuhkan," katanya.

Untuk diketahui, di bidang kemaritiman, tidak kurang dari 100 unit kapal baru dibangun Pemerintah c.q Kementerian Pehubungan di galangan kapal dalam negeri.

Kapal-kapal tersebut antara lain 25 unit kapal coaster 2000 gross tonnage, 20 unit kapal coaster 1.200 gross tonnage, lima unit kapal coaster 750 dead weight tonnage, 15 unit kapal kontainer 100 TEUs, 20 unit kapal Rede, dan enam unit kapal ternak.

Dengan demikian, selama tiga tahun terakhir ini, industri galangan kebanjian order pembangunan kapal baru dari Pemerintah. Dengan order yang melimpah, industri galangan mulai bergerak untuk berinvestasi segala fasilitas utama galangan dan peralatan penunjangnya. (aji/hlz)


Komentar