Jumat, 15 Desember 2017 | 03:58 WIB

Kunjungi di social media :
Home / Transportasi / Galangan Kapal
Selasa, 24 Oktober 2017 07:46

Rencana Relokasi PT PAL agar Dikaji Lebih Matang

Translog Today
Muhammad Azis (muhammad azis)

JAKARTA - Pelaku usaha industri galangan kapal nasional menilai perlu perencanaan yang matang, dan visioner serta tepat untuk memastikan efektivitas relokasi PT PAL (Persero) ke Tanggamus, Lampung akan berdampak positif terhadap industri galangan nasional, khususnya PT PAL.

Ketua Bidang Kerja Sama dan Promosi Ikatan Perusahaan Industri Kapal dan Sarana Lepas Pantai Indonesia (Iperindo) Muhammad Azis menilai jika melihat kondisi saat ini, relokasi PT PAL (Persero) ke Tanggamus, Provinsi Lampung sebelumnya belum mendesak.

Menurut dia, optimalisasi fasilitas galangan serta kapasitas yang ada sekarang jauh lebih diperlukan agar industri galangan BUMN tersebut dapat berkembang lebih cepat dan berdaya saing dalam menguasai pangsa pasar dalam negeri maupun luar negeri.

Dia menyarankan agar relokasi dilakukan setelah utilisasi PT PAL sudah maksimal serta order ke PT PAL sudah tidak mampu diterima dengan fasilitas galangan yang tersedia saat ini.

Dia menilai posisi PT PAL (Persero) saat ini sudah sangat strategis karena dekat dengan pangkalan TNI AL yang terbesar di Indonesia. "Prioritaskan optimalisasi fasilitas dan kapasitas yang ada, baru siapkan rencaa relokasi yang matang," ujarnya.

Azis mendukung pentingnya Pemerintah melakukan penguatan alutsista, khususnya pengadaan kapal-kapal penunjang alutsista di Indonesia dengan memanfaatkan industri galangan kapal di dalam negeri, baik milik swasta maupun BUMN.

Penguatan alutsista akan memberikan efek yang besar terhadap industri galangan sekaligus akan mempercepat mewujudkan visi menjadikan Indonesia sebagai Poros Maritim Dunia. "Penguatan alutsista harus dilakukan," ujarnya.

Sebelumnya, Dosen ITS Saut Gurning menilai Rencana relokasi galangan kapal PT PAL (Persero) ke Kawasan Industri Maritim Tanggamus, Lampung dinilai akan memberikan dampak positif terhadap perkembangan perseroan BUMN tersebut ke depan.


Dampak positifnya antara lain dapat memaksimalkan penggarapan pangsa pasar pembangunan kapal baru untuk kapal-kapal niaga. "Selama ini, fasilitas galangan PT PAL di Tanjung Perak harus berbagi dengan kepentingan kapal alutsista," katanya.

Seperti diketahui, Pemerintah berencana memindahkan pabrik BUMN strategis ke Kabupaten Tanggamus di Provinsi Lampung. Salah satu BUMN strategis yang ikut pindah pabriknya adalah dan PT PAL Indonesia (Persero).

Saat ini, proses relokasi masih pada tahap rencana. Akan tetapi, proses relokasi PT PAL bersama dua BUMN strategis lainnya yakni PT Pindad dan PT Dirgantara Indonesia akan dibiayai oleh negara. Dalam prosesnya relokasi tersebut, dibutuhkan waktu antara 2-3 tahun.

  (adm/hlz)


Komentar