Minggu, 21 Juli 2019 | 09:04 WIB

Kunjungi di social media :
Home / Transportasi / Pelayaran
Rabu, 25 Oktober 2017 14:04

Aturan Baru, Penambahan Kapal Penyeberangan Dilakukan Setelah Load Factor 65%

Translog Today
Lintas Penyeberangan (translogtoday)

JAKARTA - Kementerian Perhubungan baru saja menerbitkan regulasi baru di bidang penyelenggaraan angkutan penyeberangan yakni Peraturan Menteri Perhubungan No.104 tahun 2017.

Peraturan yang mengubah Peraturan Menteri Perhubungan No. 80 tahun 2015 yang mengubah Peraturan Menteri Perhubungan No.26 tahun 2012 dimaksudkan untuk meningkatkan kinerja dan pelayanan angkutan penyeberangan di Indonesia.

Peraturan tersebut ditetapkan di Jakarta pada 6 Oktober 2017 dan diundangan pada 10 Oktober 2017. Diantara point krusial dari Peraturan tersebut adalah pasal-pasal yang memuat ketentuan penempatan jumlah kapal pada setiap lintas penyeberangan di Indonesia.

Pasal 24 ayat 1 menyatakan penempatan jumlah kapal pada setiap Lintas Penyeberangan harus memperhatikan keseimbangan antara kebutuhan pengguna jasa dan penyedia jasa angkutan.

Pada ayat 2 pasal 24 menyebutkan hal-hal yang menjadi pertimbangan sebelum dilakukan penambahan kapasitas angkut pada lintas penyeberangan antara lain faktor muat rata-rata kapal pada lintas penyeberangan paling sedikit 65% dalam jangka waktu satu tahun.

Kemudian kapal yang ditempatkan tidak dapat memenuhi jumlah muatan yang ada dan prasarana dan fasilitas pelabuhan yang digunakan untuk melayani angkutan penyeberangan atau terminal penyeberangan yang tersedia.

Sementara itu, mengenai penambahan kapasitas angkut pada setiap lintas penyeberangan harus memperhatikan faktor muat rata-rata paling sedikit 50% per tahun dengan tidak menambah waktu sandar dan waktu layar dari masing-masing kapal.

Sejauh ini belum ada keterangan resmi dari dunia usaha yang bergerak di sektor angkutan penyeberangan maupun dari Kementerian Perhubungan.

Akan tetapi, sebelumnya Gabungan Pengusaha Angkutan Sungai, Danau dan Penyeberangan (Gapasdap) menegaskan jumlah kapal penyeberangan saat ini sudah over supply sehingga mereka meminta dilakukan moratorium penambahan kapal. (aji/hlz)


Komentar