Jumat, 15 Desember 2017 | 03:38 WIB

Kunjungi di social media :
Home / Transportasi / Angkutan Darat
Rabu, 25 Oktober 2017 22:04

Ingin Bukti, Menhub Naik Taksi Online dan Konvensional

Translog Today
Menhub Budi Karya Sumadi (setkab)

JAKARTA - Ingin membuktikan sendiri apa yang menjadi harapan dan keluhan pengemudi taksi online maupun taksi konvensional, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, mencoba dua jenis taksi tersebut, Rabu.

Usai menghadiri acara Peluncuran dan Diskusi buku Jokowinomics yang diselenggarakan Harian Bisnis Indonesia di Jl. KH Mas Mansur 12 A, Menhub akan menghadiri diskusi Mengupas Polemik Peraturan Transportasi Online di Haris Vertu di kawasan Harmoni.

Menhub yang menggunakan baju putih lengan panjang dan celana hitam bahan kemudian mencari taksi online melalui GoPro. Melalui handphone pribadinya, Menhub memesan taksi online dari lobi kantor koran ekonomi tersebut. "Kira-kira berapa lama ya," kata Menhub.

Tidak lebih dari lima menit, mobil yang dipesan pun datang. Mobil Toyota Avanza warna abu-abu metalik dengan nopol B 1697 PYS merapat ke lobi.

Sang sopir terlihat bingung, ketika calon penumpangnya di foto oleh banyak fotografer. Salah satu ajudan Menhub pun menghampiri sang sopir dan berpesan untuk hati-hati dalam membawa mobilnya, tanpa menyebutkan siapa penumpangnya.

Mobil pun bergerak melintasi Jl. Sudirman, MH Thamrin, Harmoni dan tiba di Hotel Haris Vertu dengan lancar padahal tanpa pengawalan. Kepada para peserta seminar Mengupas Polemik Peraturan Transportasi Online, Budi Karya menceritakan pengalamannya naik taksi online.

Dia bercerita, mobil yang ditumpanginya masih baru dan bersih. Dia juga mengatakan, selama diperjalanan Menhub mengajak sopir berdialog. Ia menanyakan sudah berapa lama jadi sopir sopir taksi online, juga ditanya apa pendapatnya mengenai penerapan tarif batas bawah dan atas.

Oleh sopir dijawab, bahwa penerapan tarif batas bawah membuat tarif menjadi mahal, akibatnya jumlah penumpangnya menjadi berkurang.

Atas jawaban tersebut Menhub kemudian menanyakan, jika tarif taksi online murah, artinya pendapatannya juga akan sedikit. "Apakah anda bisa merawat dengan baik kendaraannya, melakukan service secara rutin, menjaga kondisi ban tetap baik. Padahal untuk kebutuhan itu semua membutuhkan biaya yang tidak sedikit," tukas Menteri.

Akhirnya sang sopir pun memahami alasan pemerintah menerapkan tarif batas bawah, yaitu agar sopir memperoleh pendapatan yang layak sehingga dia bisa merawat mobilnya dengan baik, dan penerapan batas atas agar masyarakat sebagai pengguna jasa tidak dirugikan dengan tarif yang semena-mena.

Menurut mantan Dirut PT Angkasa Pura II, semua pihak, pemerintah, pengusaha dan seluruh stakeholder perlu memberikan penjelasan yang komprehensif, terang benderang, juga harus fair. Jangan hanya memberikan penjelasan untuk kepentingannya sendiri.

Dari Hotel Haris Vertu, Menhub menuju Istana Negara untuk menghadiri suatu acara. Nah dari Istana Negara Menhub menuju Hotel Millenium di Jl Kebon Sirih, guna menghadiri acara yang diselenggarakan oleh Biro Komunikasi dan Informasi Publik Kemenhub. Kali ini menggunakan taksi konvensional Blue Bird.

Kepada sopir Blue Bird, Menhub juga juga menanyakan beberapa hal, antara lain pendapatan yang diakui oleh sopir pendapatannya cenderung menurun sejak maraknya taksi online.

Menhub menjelaskan, dalam waktu dekat ini Peraturan Menteri Pengganti PM 26 tahun 2017 tentang Penyelenggaraan Angkutan Orang dengan Kendaraan Bermotor Umum Tidak Dalam Trayek akan segera diterbitkan.

Revisi ini merupakan hasil pandangan dan masukan semua pihak melalui Forum Group Discussion yang diselenggarakan oleh Ditjen Perhubungan Darat. "Kalau peraturannya sudah ditetapkan, antara taksi online dan taksi konvensional harus sepakat untuk sepakat, bukan sepakat untuk tidak sepakat," tegasnya.

Jangan sampai keputusan sudah dikeluarkan dan ditetapkan, tapi dilapangan masih dipertentangkan. Jangan timbul protes dan aksi demo lagi. Karena aturan ini dibuat untuk mengakomodir seluruh pemangku kepentingan perusahaan angkutan nasional. (adm/hlz)


Komentar