Jumat, 15 Desember 2017 | 03:56 WIB

Kunjungi di social media :
Home / Transportasi / Pelabuhan
Rabu, 25 Oktober 2017 17:53

Pelabuhan Pontianak Terancam Kongesti

Aidikar M. Saidi

JAKARTA - Pelabuhan Pontianak terancam kongesti, seiring dengan meningkatnya yard occupancy ratio (YOR) hingga di atas 90% sehingga memperlambat proses pengeluaran dan bongkar muat petikemas.

Kalangan pengusaha pelayaran di Jakarta dan Surabaya yang mengoperasikan kapal rute ke pelabuhan di Kalimantan Barat itu mengeluhkan pelayanan kapal sudah sangat sulit untuk masuk windows system.

Direktur Operasi PT Pelabuhan Indonesia II (Persero) Prasetyadi, ketika dikonfirmasikan mengenai hal terebut, belum mau menanggapi dengan alasan sibuk rapat di Bandung.

"Saya masih rapat, silakan hubungi langsung General Manager Pelabuhan Pontianak. Apakah sudah dilakukan langkah untuk antisipasinya?" ujarnya kepada translogtoday.com, Selasa (25/10).

General Manager Pelindo II Cabang Pontianak, Wahyu Hardiyanto, mengakui terjadi kepadatan di termnal petikemas pelabuhan itu, sehingga windows system sudah tidak dapat dilakukan atau tidak tepat lagi.

Dia mengatakan hambatan pelayanan kapal dan pelayanan bongkar muat petikemas terjadi belakangan ini antara lain akibat pengaruh dari pasang surut sungai dan jadwal kedatangan kapal dari pelabuhan asal juga sering tidak tepat.

Hal ini, menurut Wahyu, sudah disepakati bersama dengan perusahaan pelayaran bahwa untuk ke depan kapal dapat kembali ke jadwal semula, yakni dengan windows yang telah disepakati.

Menurut dia, ada beberapa hal yang saat ini terjadi di Pelabuhan Pontianak di antaranya penutupan total jembatan Bansir yang berlokasi jauh di luar pelabuhan.

Kondisi semakin parah karena truk tidak bisa beroperasi keluar dari pelabuhan. "Dari pagi sampai malam hari tidak bisa beroperasi, sehingga berakibat tingkat YOR jadi meningkat," ujarnya.

Oleh sebab itu, kata Wahyu, kini pihaknya mengantisipasi dengan pengaturan receiving dan delivery atau bongkar dan muat.

Dia mengatakan sebelumnya memang ada perbaikan rel di dermaga yang mempengaruhi sandar kapal. "Hal ini saya sudah putuskan perbaikan rel tersebut ditunda dulu agar sandar kapal tidak terganggu."

Namun prinsipnya, kata Wahyu, pihaknya akan melakukan antisipasi untuk mengutamakan kepentingan seluruh pengguna jasa kepelabuhanan. (hlz/hlz)


Komentar