Jumat, 15 Desember 2017 | 03:55 WIB

Kunjungi di social media :
Home / Transportasi / Pelabuhan
Minggu, 05 November 2017 11:13

Layanan Kapal Petikemas di Pelabuhan Makassar Kacau, Ini Penjelasan Pelindo IV

Aidikar M. Saidi

JAKARTA -

PT Pelabuhan Indonesia IV (Persero) hingga kini belum mampu mengatasi kekacauan pelayanan kapal petikemas regular di Pelabuhan Makassar. 

Karena itu, pengusaha pelayaran domestik mendesak Dirjen Perhubungan Laut yang baru, Agus H. Purnomo, segera mengatasi hambatan pelayanan kapal di pelabuhan tersibuk di Sulawesi itu.

Pasalnya, kapal masih banyak menunggu lego jangkar 1-2 hari di luar pelabuhan sebelum mendapat pelayanan sandar di dermaga. Namun anehnya, Pelindo IV justru melaporkan banyak dermaga yang kosong.

Kalangan pengusaha pelayaran menyebutkan dermaga kosong itu adalah dermaga non petikemas yang merupakan kewenangan Kantor Cabang Pelabuhan Makassar, dan bukan dermaga terminal petikemas.  

"Penggunaan dermaga non-petikemas untuk melayani kapal regular sudah bolak-balik mau dicoba tetapi tidak pernah bisa jalan. Kini Pelindo IV mencoba lagi melempar persoalan itu ke Otoritas Pelabuhan Makassar. Kan ini jadi aneh juga," kata seorang pengusaha pelayaran yang keberatan disebutkan jati dirinya kepada translogtoday, Minggu (5/11).

Menurut dia, Pelabuhan Makassar memiliki dermaga sepanjang 150 meter yang bisa digunakan untuk melayani kapal petikemas. “Namun Pelindo IV memprioritaskan untuk kapal curah, sehingga pelayanan kapal petikemas regular diabaikan," tuturnya. 

Penjelasan Pelindo IV

General Manager Pelindo IV Cabang Terminal Petikemas Makassar (TPM) Yosef Benny Rohy, ketika dikonfirmasikan hal tersebut, mengatakan pihaknya heran dengan adanya informasi bahwa kapal banyak antre. 

Menurut Yosef, perilaku perusahaan pelayaran biasanya sesudah memasukkan permohonan rencana kedatangan kapal di Kantor Otoritas Pelabuhan (OP) jauh sebelum kapal sandar, tetapi secara fisik sebagian besar belum berada di area labuh.

"Sehingga kalau dapat laporan berbeda di lapangan saya juga bingung, sedangkan di satu sisi floating kapal di labuh sudah tercatat dan tergambar dengan permohonan itu. Jadi seakan-akan tergambar banyak kapal di luar padahal secara fisik belum ada," paparnya.

Yosef mengakui, panjang dermaga petikemas 850 meter dan di sebelah utara terdapat dermaga sepanjang 150 meter yang dideklarasikan sebagai terminal curah. 

Dari kondisi itu, lanjut dia, tidak pernah ada kapal curah di dermaga petikemas. Hingga saat ini kapal petikemas dapat langsung sandar ke dermaga terminal.

“Bahkan beberapa pelayaran diinformasikan agar kapal yang berlabuh segera mengurus dokumen kapal sandar agar tidak menunggu di area labuh,” ujarnya.

Yosef menambahkan kapal curah sandar di terminal curah dalam sebulan sebanyak 2-3 call dengan rata-rata dilayani selama 4-5 hari, sehingga sama sekali tidak mengganggu kegiatan petikemas.

Dia meminta perusahaan pelayaran dan agen segera menyerahkan dua dokumen kelengkapan olah gerak kapal masuk dan atau perubahan kapal masuk. 

Sebagai contoh, jelas Yosef, kapal tersebut direncanakan sandar pukul 12.00 tetapi kalau kegiatan sudah selesai pukul 08.00 biasanya kami minta tolong pelayaran melakuakan perubahan kapal masuk.

“Hal ini dilakukan untuk efektivitas kegiatan pemakaian tambatan dan mempercepat kapal keluar di pelabuhan,” ungkapnya.

Yosef mengakui memang ada permintaan dari pelayaran untuk menggunakan dermaga curah 150 meter itu  untuk melayani kapal petikemas regular.

"Namun hingga saat ini kami masih berkoordinasi dengan OP Makassar apakah permintaan itu memungkinkan atau malah sebaliknya membuat masalah baru," katanya.

Pelindo IV, kata Yosef, khawatir apabila kapal petikemas masuk ke dermaga curah maka tidak menutup kemungkinan kapal kargo curah juga menuntut perlakuan sama.

Sementara itu, Direktur Komersial Pelindo IV Farid Padang mengatakan dermaga 150 meter itu sejak dulu digunakan untuk curah. Dermaga itu berada di tengah antara dermaga petikemas dan dermaga multi-purpose sehingga di peabuhan sudah terbagi zonasi terminal.

Oleh sebab itu, jelas Farid, dermaga curah tersebut tidak bisa digunakan untuk kapal petikemas regular, meskipun kapal regular itu masuk dalam prioritas pelayanan. 

Dia mengakui, kapal curah yang dilayani di Pelabuhan Makassar umumnya trampers atau kapal tidak berjadwal dan bukan prioritas, kecuali jika mengangkut bahan pokok.

Menurut Farid, semua ada aturannya kapal petikrmas masuk dan dilayani di dermaga petikemas. "Jadi kapal petikemas harus sandar di dermaga terminal petikemas menggunakan windows system," tegasnya. (hlz/hlz)


Komentar