Senin, 22 Oktober 2018 | 17:37 WIB

Kunjungi di social media :
Home / Transportasi / Pelayaran
Rabu, 15 November 2017 14:16

Merak - Bakauheni menjadi Lintas Penyeberangan Terpadat di Dunia

Translog Today
Pelabuhan Penyeberangan (translogtoday)

JAKARTA-Gabungan Pengusaha Angkutan Sungai, Danau dan Penyeberangan (Gaoasdap) menyebut lintas penyeberangan Merak-Bakauheni sebagai lintasan paling terbesar dan terpadat di seluruh dunia.

Ketua Umum Gapasdap Khori Sutomo mengatakan dengan total kapal mencapai 68 unit kapal buah, Merak-Bakauheni menjadikan lintasan tersebut sangat padat. "Ini lintasan terbesar dan terpadat di seluruh dunia," katanya saat membuka Munas ke-IV DPC Gapasdap Merak, hari ini.

Munas DPC Gapasdap Merak memiliki agenda antara lain membahas tentang laporan pertanggung jawaban pengurus DPC Gapasdap Merak, Penyusunan Program Kerja dan Pemilihan Ketua DPC Gapasdap Merak.

Khoiri menjelaskan lintas penyeberangan Merak-Bakauheni menghubungkan dua pulau dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di Indonesia yakni Sumatera dan Jawa serta penduduk yang terbesar di bandingkan pulau lainnya.

Lintasan tersebut menjadi sangat penting karena menjadi lintasan utama di Sabuk Nusantara Selatan. "Karena itu, penambahan armada di lintasan tersebut harus menjaga keseimbangan dengan muatan maupun dengan ketersediaan pelabuhan," ujarnya.

Dia bersyukur, pemerintah sudah menerbitkan Peraturan Menteri Perhubungan No.104 tahun 2017 tentang Penyelenggaraan Angkutan Penyeberangan yang menjadi acuan dalam menerbitkan izin operasional kapal di setiap lintasan.

Berdasarkan pasal 24 ayat 1 Peraturan Menteri Perhubungan, penempatan jumlah kapal pada setiap Lintas Penyeberangan harus memperhatikan keseimbangan antara kebutuhan pengguna jasa dan penyedia jasa angkutan.

Pasal 24 ayat 2 menyebutkan hal-hal yang menjadi pertimbangan sebelum dilakukan penambahan kapasitas angkut pada lintas penyeberangan antara lain faktor muat rata-rata kapal pada lintas penyeberangan paling sedikit 65% dalam jangka waktu satu tahun.

Sementara itu, mengenai penambahan kapasitas angkut pada setiap lintas penyeberangan harus memperhatikan faktor muat rata-rata paling sedikit 50% per tahun dengan tidak menambah waktu sandar dan waktu layar dari masing-masing kapal.

Munas ke-IV DPC Gapasdap dihadiri oleh anggota DPC, pengurus DPP dan sejumlah pejabat daerah. Dari DPP Gapasdap hadir antara lain Sekretaris Jenderal DPP Gapasdap Aminuddin, Wakil Ketua Sonny Mathovani dan Bendahara Umum Nana Budimilyuni. (adm/hlz)


Komentar