Sabtu, 21 Juli 2018 | 22:40 WIB

Kunjungi di social media :
Home / Transportasi / Pelabuhan
Kamis, 16 November 2017 06:31

Pelindo IV Genjot Produktivitas Bongkar Muat Pelabuhan Bitung

Ire Djafar

JAKARTA -

PT Pelabuhan Indonesia IV (Persero) menggenjot produktivitas bongkar muat barang di Pelabuhan Bitung yang diproyeksikan menjadi International Hub Port dengan menambah sejumlah fasilitas di Terminal Petikemas Bitung (TPB).

Tepat pada Hari Pahlawan 10 November lalu, Pelindo lV mendatangkan satu unit alat bongkar muat container crane (CC) yang ditempatkan di Pelabuhan Bitung, tepatnya di TPB. 

“Dengan total lima unit CC yang dimiliki TPB saat ini, akan membantu peningkatan produktivitas bongkar muat barang di pelabuhan itu,” kata Direktur Utama PT Pelindo IV Doso Agung, dalam keterangan persnya di Jakarta, Rabu (15/11).

Sebelumnya TPB hanya mengoperasikan empat unit CC dengan kapasitas bongkar muat 20.000 TEUs (twenty foot equivalent units) per bulan. Dengan tambahan CC menjadi lima unit, produktivitas bongkar muat di TPB akan semakin meningkat.

"Daya tampung di TPB setiap tahunnya mencapai 300.000 TEUs. Dengan penambahan CC, kami yakin dapat menambah jumlah TEUs yang akan ditampung di lapangan penumpukan petikemas Pelabuhan Bitung," ujarnya.

Doso Agung menegaskan, pihaknya terus berupaya meningkatkan produktivitas bongkar muat di semua pelabuhan kelolaan, khususnya di Pelabuhan Makassar, Bitung dan Ambon yang merupakan pelabuhan besar di Kawasan Timur Indonesia (KTI). 

Selain lima unit CC, Pelindo IV juga mengoperasikan 8 unit rubber tyred gantry (RTG) di Pelabuhan Bitung. Fasilitas lainnya yakni 1 unit reach stacker, 1 unit side loader, 1 unit forklift kapasitas 7 ton, 1 unit forklift kapasitas 5 ton dan 21 unit head truck

"Jadi sangat memungkinkan bagi kami (Pelindo IV) melayani bongkar muat di TPB dengan semaksimal mungkin, dan ini merupakan bagian dari upaya untuk meningkatkan konektivitas wilayah KTI dan mendukung percepatan pertumbuhan perekonomian nasional, " ujarnya.

Kondisi Pelabuhan Makassar

Sementara itu, Direktur Fasilitas dan Peralatan Pelindo IV Farid Padang mengklaim aktivitas bongkar muat di Pelabuhan Makassar saat ini berlangsung seperti biasa. 

“Saat ini total ada tujuh CC yang difungsikan oleh TPM (Terminal Petikemas Makassar) dan satu CC memang sedang dalam pemeliharaan. Namun itu tidak pernah mengganggu aktivitas bongkar muat di TPM karena kondisi tersebut hal yang sudah biasa dan wajar terjadi,” kata Farid.

General Manager TPM Yosef Benny Rohy menambahkan, kondisi pemeliharaan alat itu sama sekali tidak mengganggu aktivitas bongkar muat, sebab jumlah alat yang mumpuni ditambah dengan pelayanan di TPM sejak lama sudah menerapkan sistem 1x24 jam selama 7 hari.

Terpisah, Gubernur Sulawesi Selatan Syahrul Yasin Limpo mengatakan antrean kapal di Pelabuhan Makassar menunjukkan perekonomian di wilayahnya meningkat signifikan dibandingkan dengan tahun lalu.

Menurut Syahrul, peningkatan perekonomian Sulsel antara lain karena dibukanya jalur pelayaran langsung ke luar negeri atau direct call yang dilakukan Pelindo IV sehingga ekspor impor bisa langsung ke negara tujuan tanpa harus melalui Surabaya ataupun Tanjung Priok.

“Selain menghemat waktu tempuh juga mengurangi biaya logistik. Di samping itu juga menambah pemasukan PAD buat pemerintah daerah yang selama ini larinya ke Pulau Jawa,” ujar Gubernur.

(hlz/hlz)


Komentar