Kamis, 26 April 2018 | 10:47 WIB

Kunjungi di social media :
Home / Transportasi / Pelabuhan
Jumat, 17 November 2017 09:14

Pelayanan Bongkar Muat di Pelabuhan Palembang Masih Kacau

Aidikar M. Saidi

JAKARTA -

PT Pelabuhan Indonesia II (Persero) hingga kini belum mampu mengatasi kerusakan alat bongkar muat di Pelabuhan Palembang sehingga pelayanan amburadul.

Suku cadang alat untuk dipasang pada container crane (CC) 02 yang rusak masih menunggu dari pabrik.

Akibatnya, Pelabuhan Palembang hingga kini hanya mampu melayani satu kapal dari sebelumnya dua kapal setelah alat tersebut rusak.

Dilaporkan oleh perusahaan pelayaran di Palembang, pada posisi Kamis (16/11), puluhan kapal antre menunggu sandar di ambang luar.

Kapal petikemas yang antre menunggu pelayanan a.l.  MV. Johan Fortune dan MV. Sinar Praya yang tiba 14 November, serta MV. PAC Cergas dan MV. Hai Su 7 tiba 16 November.

Kemudian kapal petikemas yang diperpanjang Operation Planning (OP) adalah KM Intan Daya 8 Voy. 23* tanggal 16 November pukul 14.00- 16 November pukul 17.00 dan MV Anubhum Voy. NE457* tanggal 16 November pukul 19.00 - 17 November pukul 06.00.

Sementara itu, sandar di QCC03* menggantikan Intan Daya 8. Untuk sekarang ini kapal yang sandar adalah MV. Intan Daya 8, penggantinya MV. Anubhum karena hanya satu kapal yang bisa dilayani. 

General Manager Pelindo II Cabang Palembang Agus Hendrianto ketika dikonfirmasi translogtoday melalui telepon genggamnya tidak menjawab.

Namun, mengutip laporannya kepada perusahaan pemakai jasa mengenai update terakhir, kesiapan alat di terminal petikemas sempat terjadi trouble di CC 03 dan sekarang sudah beroperasi kembali serta meminta maaf atas kerusakan tersebut.

Dalam laporan itu disebutkan soal spare part CC 02 sampai saat ini masih on schedule walaupun belum di tangan perwakilan Pelindo II di Singapura.

Rencananya, Kamis (16/11) sore sudah diterima, dan sampai saat laporan itu dibuat belum ada pernyataan delay dari pabrikan. Namun karena ternyata tidak ada jadwal penerbangan Singapura-Palembang pada Jumat (17/11) ini.

"Saya sudah minta mereka menyeberang ke Batam dengan ferry untuk lanjut naik pesawat ke Palembang, sehingga custom (Bea Cukai) yang akan dihadapi adalah custom-nya Batam di pelabuhan ferry," ujarnya melalui Grup WA Pelabuhan Palembang.

Dia mengharapkan tidak terlalu ada masalah. Jumat pagi paling lambat sudah terbang ke Palembang dari Batam dan spare part itu akan langsung dipasang di CC 02.

Menurut Agus, Cabang palembang sudah rapat dengan pejabat tehnik kantor pusat IPC dan vendor yang merawat serta memperbaiki alat di Palembang agar ke depan tidak terjadi lagi alat rusak berlarut-larut karena menunggu spare part

Dia mengatakan, target penting adalah penanganan kerusakan alat pada saat alat breakdown itu bisa dilaksanakan secepat mungkin.

Direktur Teknik Pelindo II Dani Rusli ketika dihubungi mengakui kondisi itu betul adanya dan masih ada alat yang lagi menunggu perbaikan.

Namun Direktur Operasi Pelindo II Prasetiyadi malah mengatakan alat-alat di Palembang sudah mulai berfungsi setelah diperbaiki dan diharapkan pekan ini semua alat sudah siap operasi kembali. (hlz/hlz)


Komentar