Jumat, 15 Desember 2017 | 03:43 WIB

Kunjungi di social media :
Home / Regulasi / Maritim
Senin, 20 November 2017 21:29

Menko Luhut Lepas Peserta Tim Ekspedisi Sail Sabang 2017

Ire Djafar
(Kemenko Kemaritiman)

JAKARTA -

Sebanyak 768 orang peserta Tim Ekspedisi Sail Sabang 2017 diberangkatkan menuju Sabang, Aceh, dari Terminal 2 Jakarta International Container Terminal (JICT) Pelabuhan Tanjung Priok Jakarta, Senin (20/11).

Mereka terdiri dari kalangan pelajar, taruna dan personil TNI Angkatan Laut yang akan berlayar menggunakan KRI Dewaruci, KRI Bima Suci, KRI Banda Aceh dan KRI dr. R Soeharso yang merupakan rumah sakit terapung milik TNI AL.

Keempat kapal itu akan bergabung pada acara puncak Sail Sabang pada 5 Desember 2017. Pelayaran ini sekaligus menjadi perjalanan pamungkas bagi KRI Dewaruci yang telah mengabdi sebagai kapal latih selama 64 tahun. 

Peserta Tim Ekspedisi Sail Sabang 2017 sekaligus Tim Ekspedisi Nusantara Jaya (ENJ) KRI Dewa Ruci itu dilepas oleh Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan.

Dalam sambutannya, Menko Luhut mengatakan kegiatan Sail Sabang ini menunjukkan komitmen pemerintah untuk membangun Indonesia mulai dari pinggiran dengan memperkuat daerah dan desa dalam kerangka negara kesatuan, sehingga hasil pembangunan bisa dirasakan oleh seluruh rakyat.

"Sail Sabang tahun ini bukan sekadar kegiatan pelayaran wisata biasa, namun pemerintah memiliki sebuah misi dan harapan yang besar dalam setiap rangkaian kegiatan sail. Kami ingin kegiatan pariwisata di setiap kegiatan sail menjadi trigger percepatan pembangunan di kawasan penyelenggara sail, baik infrastruktur maupun ekonominya," kata Luhut.

Menurut dia, di setiap pelaksanaan kegiatan pelayaran, pemerintah mendorong masyarakat untuk menyajikan beragam atraksi seni dan budaya.

Untuk mendukung hal itu, pemerintah pusat bekerja sama dengan pemerintah daerah sebagai penyelenggara sail untuk melakukan percepatan pembangunan infrastruktur agar kegiatan perekonomian masyarakat meningkat.

Apalagi, saat ini sektor pariwisata telah menjadi penyumbang devisa terbesar kedua setelah kelapa sawit, dan diprediksi naik menjadi nomor satu pada 2019. 

Menko Luhut mengungkapkan, pemerintah benar-benar ingin merefleksikan dan mewujudkan Indonesia sebagai negara kepulauan yang besar, kuat dan tangguh. Salah satu caranya adalah dengan saling mendukung dan tidak terlalu banyak mempermasalahkan perbedaan. 

“Kita ingin mendidik anak-anak muda yang mengikuti kegiatan sail ini untuk menjadi pemimpin masa depan yang lebih baik dari generasi sekarang. Mereka harus tahu bahwa masa depan republik ini ada di tangan mereka,” ujarnya.

Perhatikan tiga isu

Lebih jauh, jenderal purnawirawan ini mengingatkan, ada tiga isu penting yang harus diperhatikan oleh semua elemen bangsa, terutama generasi muda.

Pertama adalah isu tentang teknologi, yang harus terus diwaspadai agar kita ketinggalan dan tetap mengikuti kemajuan teknologi. 

Isu berikutnya adalah masalah sampah dan penyalahgunaan narkoba. Untuk dua hal ini, Menko Luhut menegaskan pentingnya generasi muda untuk mewaspadai dan ikut mencegahnya. 

"Masalah sampah, terutama sampah plastik sudah jadi isu nasional dan isu global. Di COP jadi pembicaraan menarik, sehingga tadi Kasal (Kepala Staf Angkatan Laut) sepakat bahwa tidak ada sampah yang boleh dibuang ke laut,” jelasnya. 

Komandan Tim ENJ yang dikoordinasikan oleh Kemenko Kemaritiman dan komandan tim pelayaran nusantara yang dikoordinasikan oleh Kementerian Pertahanan melaporkan bahwa mereka akan melakukan beragam kegiatan.

Selama perjalanan, tim-tim tersebut akan melakukan bakti sosial, pengobatan gratis serta penanaman wawasan kemaritiman dan pemahaman bela negara kepada peserta ekspedisi. 

Sebagai informasi, Sail Sabang merupakan rangkaian dari Sail Indonesia seri ke 9 yang diluncurkan pertama kali di Bunaken Manado pada 2009, diikuti oleh Sail Banda 2010, Sail Wakatobi Belitung 2011, Sail Morotai 2012, Sail Komodo 2013, Sail Raja Ampat 2014, Sail Teluk Tomini 2015 dan Sail Selat Karimata 2016. (hlz/hlz)


Komentar