Jumat, 15 Desember 2017 | 03:34 WIB

Kunjungi di social media :
Home / Transportasi / Pelayaran
Jumat, 24 November 2017 11:01

Operasional Kapal Tol Laut Terkendala Ketidakseimbangan Muatan

Aidikar M. Saidi
KM Kendhaga Nusantara 13 (translogtoday/ams)

PALEMBANG - Pengoperasian kapal Tol Laut masih menghadapi kendala karena hingga kini belum ada keseimbangan muatan, terutama pada rute ke sejumlah pelabuhan di kawasan timur Indonesia.

Hal itu diungkapkan Imam Hambali, Inspektur Wilayah IV Kementerian Perhubungan yang mewakili Dirjen Perhubungan Laut, pada acara peluncuran kapal kontainer tipe 100 TEUs di galangan kapal PT Mariana Bahagia, Palembang, Kamis (23/11).

Kapal kontainer dengan nama KM Kendhaga Nusantara 13 merupakan kapal ke-empat dari 15 kapal proyek Tol Laut pesanan Kementerian Perhubungan di industri galangan nasional.

Imam mengatakan pengoperasian kapal Tol Laut mengangkut muatan cukup banyak dari pelabuhan di kawasan barat Indonesia, sedangkan dari timur ke barat kosong.

Untuk itu, tuturnya, dengan penambahan kapal kontainer ini, diharapkan ke depan membuat ketersediaan barang di suatu wilayah menjadi lebih pasti.

Kepastian kedatangan kapal dengan barang tentunya akan menjamin stabilitas harga barang di wilayah tersebut sehingga mengurangi kesenjangan atau disparitas harga yang selama ini masih terjad,i khususnya di KTI.

"Jika program pembangunan kapal kontainer ini berjalan sesuai harapan, dan pada rute-rute tertentu tingkat keterisian kontainer di atas rata-rata, maka secara perlahan subsidi yang diberikan akan dikurangi, sampai kapal yang beroperasi di rute tersebut untung," tuturnya.

Peluncuran kapal ini merupakan tindak lanjut penandatanganan kontrak pembangunan kapal kontainer pada 2015 lalu, dilaporkan peluncuran hari ini pembangunan kapal telah mencapai 77,28%.

Hadir pada acara peluncuran kapal a.l. Ketua Umum DPP INSA Johnson W. Sutjipto yang juga owner PT Marina Bahagia, serta para pejabat dari Kemenperin, Bea Cukai, Ditpolair Polda Sumatera Selatan, dan TNI.

Selain itu, pejabat dari Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Palembang, marine inspector dari Ditjen Perhubungan Laut, Biro Klasifikasi Indonesia (BKI), serta sejumlah eksekutif maskapai pelayaran.

Pada sambutannya, Dirut Mariana Bahagia, Yonhlee W Sutjipto mengucapkan banyak terima kasih kepada Kemenhub atas kepercayaan yang diberikan untuk membangun kapal Tol Laut kepada galangannya..

"Kapal KM Kendhaga Nusantara 13 dibangun dan dilengkapi sesuai standar Ditjen Hubla, Biro Klasifikasi Indonesia (BKI), serta IMO seperti SOLAS dan MARPOL," tuturnya.

Dia mengatakan PT Mariana Bahagia mendapat kepercayaan membangun dua kapal jenis ini yakni KM Kendhaga Nusantara 4 yang menurut rencana akan diluncurkan 4 Desember 2017. Sebelumnya, galangan ini menyelesaikan 4 kapal perintis.

Libatkan Swasta

Sementara itu, kalangan pelaku usaha pelayaran mengharapkan pemerintah untuk melibatkan swasta dalam pengoperasian kapal kontainer Tol Laut, terutama untuk 15 kapal yang tengah dibangun di sejumlah galangan kapal nasional.

Pelaku usaha transportasi juga mempertanyakan persiapan pelabuhan dalam melayani tambahan 15 kapal Tol Laut itu, apakah infrastruktur pelabuhan mampu untuk menampung.

Hal tersebut mengingat sejumlah pelabuhan saat ini sudah kewalahan melayani bongkar muat sehingga antrean kapal terjadi di sejumlah pelabuhan di Indonesia. (hlz/hlz)


Komentar