Jumat, 15 Desember 2017 | 03:57 WIB

Kunjungi di social media :
Home / Transportasi / Pelayaran
Jumat, 01 Desember 2017 10:57

Angkutan Batubara dan Offshore Membaik, Tug and Barge Mulai Langka

Aidikar M. Saidi
tug and barge (translogtoday/aji)

JAKARTA -

Pasar angkutan batubara dan lepas pantai (offshore) berangsur membaik menjelang akhir tahun ini, setelah dua tahun terakhir kolaps akibat tidak ada muatan.

Ketua Umum DPP Indonesia National Shipowners Association (INSA)J ohnson W. Sutjipto mengatakan sejak 2015 hingga akhir 2017 kegiatan angkutan batubara dan offshore lesu. Hampir 1.000 unit tug and barge berbendera Indonesia menganggur total karena tidak ada kegiatan sama sekali.

Kini, kondisi justru sebaliknya dimana terjadi kelangkaan armada tug and barge di dalam negeri karna sebagian beroperasi di luar negeri.

"Kami sebagai pelaku usaha pelayaran memberikan apresiasi kepada pemerintah yang sudah memberikan peluang dan kemudahan dalam menjalan usaha angkutan laut," ujarnya di sela-sela gala dinner INSA Creating Awareness For Others (CAFO) guna menggalang dana kegiatan bakti sosial, Rabu (29/11) malam.

Hal yang sama juga diungkapkan oleh Sugiman Layanto, Direktur Utama PT Wintermar Offshore Marine Tbk (WINS).

Dia mengatakan perseroannya memiliki 70 unit armada tug and barge yang selama ini menganggur di dalam negeri.

"Selama menganggur dimanfaatkan untuk mencari pasar angkutan offshore di luar negeri," ujarnya di tempat terpisah, pekan lalu.

Saat ini, kata Sugiman, Wintermar sudah mendapat pasar angkutan offshore di 12 negara. Beberapa proyek baru yang diperoleh perusahaan itu a.l. di Papua Nugini dan Venezuela.

(hlz/hlz)


Komentar